Main menu:

Site search

Categories

April 2026
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archive

Blockade di Bangladesh

Sejak pertama mau berangkat ke Bangladesh memang situasi politik di Bangladesh sedang memanas. Beberapa hari sebelum berangkat, di koran diberitakan bahwa PM Begum Khaleda Zia mundur karena mandatnya sudah habis. Setelah berkonsultasi dengan kantor di Dhaka sehari sebelum berangkat, dapat informasi bahwa situasi sudah jauh lebih baik. Akhirnya diputuskan agar saya tetap berangkat. Ternyata sekarang terjadi blockade di seantero Bangladesh yang menyebabkan rencana kerja jadi berantakan.

Sudah dua hari ini, saya relatif lebih banyak idle nya di kantor daripada kerja. Rencananya kemarin mau berangkat ke Chittagong. Tiket pesawat udah di tangan. Tapi dibatalkan melihat situasi dan kondisi yang ada. Informasi dari teman yang disana, di Chittagong juga banyak jalan diblokir. Jadi bakalan susah transportasi katanya, gak ada mobil kantor yang jalan. Jadi sampe hari ini belum jelas apakah rencana ke Chittagong bakal dilanjutkan besok-besok hari. Kalau blockade berkelanjutan? Mau nekad ke sana? Gak ah.

Di hotel lihat berita di tv lokal. Kayaknya ada di satu tempat yang sempat ada bentrokan antara demonstran yang ngeblokir jalan dengan petugas keamanan. Gak ngerti bahasanya jadi gak tahu kejadian tepatnya dimana. Yang pasti di tv ditampilkan seorang laki-laki yang tergeletak di jalan. Tertembak polisi. Darah tergenang di sekitar dia. Mati. Ngeri :(

Iseng browsing di internet, inilah hasilnya :
- Election protests grip Bangladesh
- Unjukrasa Lumpuhkan Bangladesh
- Transport blockade shuts down Bangladesh cities
- Protests paralyse Bangladesh despite police ban
- One dead as riot police battle Bangladesh protesters
- dan masih banyak lagi berita lainnya.

Ralat:
Ternyata setelah baca koran keesokan paginya, demonstran yang meninggal bukan karena tertembak. Tetapi karena tertabrak mobil ketika sebuah mobil polisi menambrak kerumunan demonstran. Para demonstran menuduh polisi sengaja menabrakkan mobilnya agar situasi jadi kacau dan tentara turun tangan. Di lain pihak, polisi mengatakan bahwa mobil itu bukan sengaja menabrak tetapi menyelamatkan diri karena dilempari oleh para demonstran. Dua orang terluka, ketika dibawa ke RS, satu orang tidak dapat diselamatkan. Foto di koran lokal.

Untungnya demonstrasi dan blockade tidak terjadi di daerah sekitar kantor dan hotel tempat saya menginap. Kebetulan hotel saya letaknya dekat sekali dengan kantor sehingga hanya perlu jalan kaki saja untuk menuju kantor. Katanya karena areal sekitar kantor ini banyak embassy nya jadi relatif aman. Seperti hari Rabu pagi, situasi tetap tenang. Sama sekali tidak menampakkan bahwa di bagian lain kota terjadi blockade yang melumpuhkan kota Dhaka.

Jumatan di Dhaka

Seru juga Jumatan di negeri orang. Ketika Khatib khutbah, saya cuma bengong aja karena gak ngerti bahasanya. Padahal orang-orang pada senyum, keur ngabodor meureun khatib na

Pertama mau masuk mesjid rada bingung juga. Nanti nitip sendalnya gimana ya? Di Indonesia kan kalau Jumatan biasanya sendal dititipin supaya gak ilang. Ngeliatin orang-orang, ternyata sendal dan sepatu mereka bawa masuk ke dalam mesjid. Rupanya, ternyata ada tempat sendal di dalam mesjid. Bentuknya kayak kotak. Ada banyak di dalam mesjid, tiap tiga shaf, ada barisan kotak-kotak untuk nyimpen sandal/sepatu.

Tempat wudhu juga sedikit berbeda dengan di Indonesia, di sini kalau wudhunya sambil duduk.

Gak seperti di Indonesia, di mesjid ini gak ada mimbar untuk Khatib. Yang ada cuma tempat sholat dan di sampingnya ada kursi/bangku yang juga berfungsi sebagai meja. Ketika adzan mulai berkumandang, mesjid masih 1/4 penuh. Padahal kalau di Indonesia, kalau kita datang ke mesjid ketika/sesudah adzan, kita bakalah gak dapat tempat di dalam mesjid. Siap-siap lah Jumatan di luar. Di Bangladesh, setelah adzan, baru berbondong-bondong jamaah berdatangan. Dan waktu pulang, saya lihat memang penuh sampai ke halaman mesjid. Tapi waktu saya ke mesjid untuk sholat Dhuhur, ternyata penuh juga lho. Gak seperti di Indonesia dimana hanya hari Jumat mesjid luber oleh jamaah :(.

Seperti di Indonesia, di pintu keluar mesjid banyak pengemis yang minta sedekah kepada para jamaah yang baru selesai shalat Jumat.

Dhaka, Here I Come

Akhirnya, jadi juga saya berangkat ke Dhaka. Setelah sempat berencana sebelumnya pada bulan Februari untuk support project di sana dan dibatalkan karena masalah visa, sekarang jadi juga ke Bangladesh tapi support project yang lain. Seperti yang sebelumnya, lama tinggal di Bangladesh hanya 2 minggu saja karena di visa memang authorized duration of stay cukup 2 minggu saja.

Dari Jakarta berangkat jam 17.00 dan diperkirakan sampai di Dhaka jam 20.30 waktu setempat. Mmhh, malam-malam di negeri orang, siapa takut :) Insya Allah semua bisa berjalan dengan lancar. Amin.

TUE 31OCT DEP JAKARTA CGK 1700 SQ 161
ARR SINGAPORE 1935

TUE 31OCT DEP SINGAPORE 2030 SQ 436
ARR DHAKA 2230

Ada kejadian di Cengkareng yang bikin sedikit kesal atau mungkin juga biasa di negeri ini. Ceritanya gini, paspor saya akan habis kurang dari 6 bulan sejak tanggal berangkat. Menurut petugas di pintu imigrasi, saya harus mengisi form di imigrasi karenanya di kantor yang letaknya gak jauh dari tempat pemeriksaan imigrasi. Form itu isinya kurang lebih pernyataan bahwa saya tidak akan menuntut imigrasi apabila terjadi sesuatu hal karena masa berlaku paspor saya kurang dari 6 bulan dan ternyata di form itu harus ada meterai. Petugas nya kemudian tanya saya, “Bawa meterai?” Meterai? Ngapain saya bawa-bawa meterai. Trus dia bilang lagi, “Wah, ini kalau saya suruh beli dulu harus ke Tangerang. Ya udah, tinggalin aja uang untuk materai.” Saya tanya lagi, “Berapa Pak?” Dia jawab, “20 ribu.” Mmmhhh, kena deh saya dikerjain. Biasa banget nih orang Pemerintah, mengambil kesempatan dalam kesempitan. Gak ada tanda terima atau apa pun. Gak bisa di-reimburse kantor deh. Jadi inget lagunya Tesla … go straight to hell, all you goverment personnel. Ups, kakak saya juga pegawai negeri, sorry…
:D

Virus Angel Eyes

Pertama kali lihat angel eyes adalah ketika kebetulan melihat sebuah E60 keluar dari pelataran parkir BRI II. Waktu itu saya pikir bagus juga lampu dipasang lampu seperti itu. Googling di internet dapet info ternyata itu namanya angel eyes, dan sudah ada di biem semenjak E39 keluar. Wah gimana ya kalau si mobil tua dipasang angel eyes?

Googling lagi di internet, dapet info dari saft7.com tentang cara membuat sendiri angel eyes. Tapi apa daya saya bukan ngulik freak seperti Kang Saft. Akhirnya nyari di ebay.com dan nemu barang ini. Karena kebetulan waktu itu lagi nyoba transaksi di ebay, saya pikir beli angel eyes bisa dipakai sebagai percobaan transaksi di ebay. Deskripsi barangnya a.l. sbb.:

BMW E36/E39/E30/E34/M3/M5 Super Bright Angel Eyes CCFL

Features:
- Poly Carbonate Sleeve to protect delicate ccfl glass tube and create “glow” effect
- Top support Bar to prevent breakage
- Aluminum backing to support ring and ensure no light escapes out the back of the ring, giving a clear, clean halo look
- Custom made inverters gives each ring the right amount of power
- Quick release inverter design

Sempet tanya ke seller nya bisa gak kira-kira dipasang di mobil tua, katanya bisa juga dipakai di E30. Akhirnya beli deh, harganya $34.99 belum termasuk ongkos kirim.

Sewaktu nunggu barang sampai, cari informasi tambahan di milis m40-indonesia, ternyata katanya kalau mau pasang angel eyes di E30 harus buka batok headlamp. Waduh, nambah kerjaan. Waktu saya baca detail tentang cara pemasangan di E30 yang diberikan oleh si seller emang terlihat bahwa angel eyes ini dipasang diluar headlamp tapi headlampnya kemudian ditutup sama clear cover. Saya pikir-pikir, ntar kalau barangnya dateng, saya mau coba pasang di dalam headlamp aja sesuai rekomendasi milis dengan pertimbangan karena gak punya clear cover.

Akhirnya barang yang dinanti tiba. One thing that bother me, di covernya ada tulisan: untuk E35 dan E39. Nah lho, jangan-jangan gak cocok untuk E30. Tapi sudah terlanjur beli, ya udah coba dipasang aja.

Pernah ngebongkar kaca headlamp E30? Buset dah susah banget. Soalnya kacanya di sealed supaya gak kemasukan air, buka seal nya ini yang susah. Kalau di milist ada yang bilang pake hotgun atau direbus! Kalau saya buka pake cara manual, pake obeng, hehehe. Tapi yang berhasil dibuka kacanya cuma low beam aja. Yang high beam susah banget deh. Tapi setelah kacanya dibuka dan mau dipasang angel eyes, ternyata gak cukup :(. Ternyata ada alasannya kenapa di informasi yang dikirim seller rekomendasinya adalah dipasang di luar headlamp karena emang gak masuk kalo coba dimasukkan ke headlamp E30. Akhirnya kaca headlamp saya pasang lagi dan angel eyes saya pasang di luar headlamp. Supaya nempel saya pake silicon glue yang dibeli di Ace Hardware.

Coba dinyalain waktu malam. Hasilnya sebenernya not bad. Hanya saja, angel eyes ini lumayan terang (7000 K) sedangkan headlamp saya cuma halogen saja jadi hasilnya kurang match. Gak imbang antara terangnya si headlamp dengan terangnya angel eyes. Akhirnya jadi bahan ketawaan kakak dan adik saya deh :(

Tapi satu hal yang memutuskan saya mencopot angel eyes dari mobil tua. Ternyata karena embun dan hujan, ada air yang meresap melalui silikon (waktu saya lem kurang rapat) dan membuat angel eyes jadi kuning. Jelek keliatannya. Emang bener kata temen di milist bahwa seharusnya dipasang di dalam lampu. A.l. mungkin supaya gak kena air dsb. Ya udah, angel eyes saya copot aja. Ntar aja dipasang kalau udah punya E36 atau E39 (hehehe ngayal). Atau ada yang mau beli angel eyes punya saya ? Kayaknya tinggal dibersihin and it will become as good as new again.

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427 H

Seperti biasa, hari Lebaran selalu dihiasi oleh hidangan-hidangan khas yaitu ketupat plus opor ayam.

Ketupat yang baru selesai dimasak.

Ketupat yang sudah dihidangkan di atas piring.

Tidak lengkap ketupat tanpa kehadiran opor ayam.

Kalau menu standar keluarga saya, sebagai pelengkap ketupat dan opor ayam, disediakan pula sambel goreng daging. Kalau yang plus pete sih pesanan kakak saya, kalau saya mah sambel goreng non pete.

Sebagai pelengkap disediakan pula acar.

Jadilah, menu ketupat plus lengkap ala Kopo Elok.

Selain menu makanan utama ketupat, setiap Lebaran juga pasti ada makanan ringan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini pun makanan kering kebanyakan buat sendiri. Adik saya yang bungsu yang buat. Lumayan ngirit dan rasanya lebih enak lho.

Membangkitkan selera kan ? :)

Selain makanan kering, ada juga bala-bala …

Batagor …

Brownies dengan topping kenari …

Puding dengan topping buah-buahan …

Lebaran juga identik dengan silaturahmi, baik itu dengan rekan maupun kerabat. Seperti tahun-tahun sebelumnya juga, kita biasa ngumpul di rumah kakak Ibu di Sriwijaya. As usual, para keponakan yang selalu pada akhirnya steal the show. Kayak Faza dan Iran yang malah sibuk main bola.

Gaya nendang Iran udah kayak Wayne Rooney nih. Cocok dengan postur tubuhnya yang gempal dan berisi kayak pegulat.

Selain main bola, Faza juga mainan air. Wah kayaknya Faza harus mulai diarahkan nih, daripada mainan air gak karuan, mendingan belajar nyuci mobil dengan baik dan benar. Lumayan nanti bisa dikaryakan untuk nyuci si mobil tua :D

(high res images available at http://www.flickr.com/photos/q-world)

Last but not least, melalui media ini saya mengucapkan: Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1427 Hijriyah, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Lebaran Bingung

Seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu, hari Lebaran kali ini ‘jatuh’ pada dua hari yang berbeda. Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1427 H jatuh pada 23 Oktober 2006 sedangkan Pemerintah melalui Menteri Agama menetapkan 1 Syawal 1427 H jatuh pada 24 Oktober 2006. Duh bingung.

Sebenernya yang bikin bingung adalah karena haram hukumnya puasa pada tanggal 1 Syawal. Jadi kalau saya mengikuti keputusan pemerintah dan ternyata Lebaran memang sebenarnya jatuh tanggal 23 Oktober kan berarti jadi dosa (?). Kalau ikut Muhammadiyah, kok hanya Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh tanggal 23 Oktober 2006 sedangkan yang lainnya tidak?

Solusinya saya pikir kembali ke kepercayaan masing-masing aja kali ya. Kalau merasa lebih nyaman ikut Muhammadiyah ya silahkan, mau ikut Pemerintah ya juga silahkan … Next time, imbauan untuk Pemerintah dan ormas Islam lainnya, akan sangat indah kalau Idul Fitri bisa dilaksanakan secara serempak. Lebih khusuk dan terasa nikmatnya bersilaturahmi di hari kemenangannya. Tidak seperti sekarang …

Teliti Sebelum Membeli

Sebagai konsumen, berhati-hatilah dalam membeli barang apapun. Baik itu barang yang berasal dari distributor resmi apalagi barang BM, kita harus selalu teliti dalam membeli. Maksudnya tak lain dan tak bukan agar kita tidak menyesal di kemudian hari atau tersita waktu karena mengurusi sesuatu hal yang sebetulnya bisa dihindari.

Hari Jumat 14 Oktober 2006, saya memutuskan membeli kamera Canon DSLR resmi dari PT Datascrip di Bursa Kamera Profesional di Wisma Benhil. Pertimbangan saya beli kamera di sini adalah karena lokasinya yang terletak dekat dengan kantor dan nama toko ini sering disebut-sibut di situs fotografi di Indonesia, jadi tokonya lumayan dikenal lah (kayaknya sih).

Setelah selesai transaksi, kamera langsung saya simpan di tempat kost. Baru pada malam harinya ketika saya udah balik lagi ke tempat kost, saya bisa test drive kamera tersebut. Nah, ketika sedang coba-coba pake kamera tersebut, saya baru mengetahui bahwa ada salah satu pixel yang mati pada kamera itu. Keesokan harinya, Sabtu pagi, saya bawa kembali kamera tersebut ke Bursa Kamera. Menurut orang yang menerima saya, katanya Datascrip tutup hari Sabtu jadi baru bisa dibawa ke Datascrip hari Senin. Katanya mudah-mudahan bisa diganti baru.

Hari Senin sore, saya telp Bursa Kamera, katanya nanti saya akan dikabari lagi oleh orang Bursa Kamera yang membawa ke Datascrip. Tapi ditunggu-tunggu gak ada telp juga. Gak sabar, saya telp Datascrip di 021-6544515, kemudian disuruh telp ke bagian Camera Service Center di 021-4244204. Ternyata kamera saya belum diterima oleh bagian service Datascrip sehingga belum bisa ketahuan kamera saya bisa diganti baru atau tidak, katanya lagi prosesnya mungkin agak lama karena harus menunggu hasil pemeriksaan. Dan untuk memeriksa kamera itu perlu waktu 3 hari. Lama buanget. Tambah gak sabar, saya kirim pula email ke CS Datascrip, isinya kurang lebih kekecewaan saya pada Datascrip tentang produk yang diageninya.

Hari Selasa email saya mendapat tanggapan dari pihak Datascrip (Pak Budi). Walaupun email saya bernada emosi tapi ternyata tanggapan dari pihak Datascrip positif (salut sama Pak Budi yang tetap cool dan tidak terpancing emosi, hehehe). Soal dead pixel, Pak Budi mengatakan bahwa,

“Kalau bapak baca di user manual kamera bapak ada disebutkan bahwa dalam jumlah tertentu dead pixel di LCD masih dalam toleransi pabrik dan bukan merupakan kerusakan. Hal ini berlaku umum untuk produk-produk elektronik degan menggunakan LCD.”

Mmmhh… Penasaran, saya download manualnya ternyata di manual memang ada tertulis seperti itu:

Although the LCD monitor is manufactured with very high precision technology with over 99.99%, effective pixels, there migh be a few dead pixels among the remaining 0.01% or less pixels. Dead pixels displaying only black or red, etc., are not a malfunction. They do not affect the images recorded.

Di akhir emailnya, ia menambahkan akan mengganti body kamera dengan yang baru dan bebas dari dead pixel serta mengatakan bahwa sampai sekarang dia belum menerima kamera saya. What the fuck??!!! Langsung saya telp Bursa Kamera dan ternyata memang baru pada waktu saya telp katanya akan dikirim ke Datascrip, padahal janjinya hari Senin akan dikirim ke Datascrip. Alasannya hari Senin kurirnya banyak kerjaan ngirim barang kemana-mana (alasan yang sama sekali gak bisa saya terima). Dodol! Sugan teh geus dikirim, boro urang geus ambek-ambekan di email ka Datascrip. Ya udah, lalu saya bilang, buruan dikirim, awas mun poe ieu teu dikirim!!!

Selasa Sore saya dapat telp dari pihak Datascrip, kali ini Pak Peter yang telp saya, katanya kamera saya sudah diterima dan ia minta waktu untuk mengurus administrasi agar kamera tersebut bisa segera diganti dengan yang baru sesuai janji pihak Datascrip sebelumnya (email Pak Budi).

Hari Rabu saya dapat email lagi dari Pak Peter, katanya:

“Besok siang kamera penggantian ini ready di Service Center dan hal ini sudah saya informasikan juga ke pihak Bursa Kamera.”

Cihuiii, akhirnya bisa diganti juga dan lebaran bisa langsung dicoba kameranya :D

Berhubung minggu lalu saya ada di Bandung, baru hari Sabtu saya ke Jakarta dan ngambil kamera di Bursa Kamera.

So, saran saya, selalu teliti sebelum membeli. Dan kalau bisa beli barang resmi, mendingan beli barang resmi deh. Beda harga paling cuma 200 ribu rupiah. Gak besar kalau dibandingkan dengan harga barangnya sendiri. Tapi kalau ternyata ada masalah, akan lebih mudah complain nya. Seperti yang saya alami dengan Datascrip. Bravo Datascrip!

ACS Type I

Kalau lagi beruntung emang semuanya jadi serba mudah. Lagi nyari-nyari velg untuk mobil tua, eh ternyata ada teman yang nyimpen satu set velg AC Schnitzer Type I . Ukurannya cocok lagi buat E30. Ya sudah, ketika harga cocok, barang pun berpindah tangan :D

ACS Type I NOS

Setelah tanya sana-sini, akhirnya diputuskan beli ban merk GT Radial ukuran 205/50-16. Datang ke toko ban, dipasang deh.

ACS Dipasang

Nah ini foto mobil tua dengan velg baru dan foto beberapa bulan yang lalu dengan velg (katanya merk Compomotive, tapi “abal-abal”)

Mobil tua with new ACS rim

Old Rims

Total biaya adalah Rp 5.145.000 dengan rincian sbb.:
Velg 4 pcs: 2.900.000;
GT Champiro 205/50 R16 4 pcs: 2.060.000;
Pentil 4 pcs: 20.000
N2 untuk 4 ban: 30.000
Balancing untuk 4 ban: 60.000
Spooring: 75.000

Mobil Tua Kepanasan

Hari Minggu kemarin, mobil tua kepanasan alias overheat. Jarum petunjuk temperatur di mobil sampe mentok kanan. Untung mobil gak lama overheat-nya. Dan untung juga kemarin itu bawa mobil karena mau ketemu sama Mas Koko Sekjen BMWCCI, akhirnya oleh dia diberi P3K (Pengobatan Pertama Pada Kepanasan). Dan mobil bisa balik ke temperatur biasanya lagi.

Memang sudah beberapa bulan belakangan ini, beberapa kali kejadian air di radiator berkurang. Pernah pas waktu diparkir di suatu tempat, saya perhatikan ada air netes di dekat radiator. Waktu itu berpikir mungkin air tetesan dari AC. Tapi besoknya air di radiator berkurang sehingga perlu ditambah.

Kemarin juga awalnya seperti itu. Waktu malam minggu mobil dipake pulang, jarum penunjuk temperatur mobil sampe lebih dari 1/2. Padahal jalanan tidak macet dan cuaca juga gak panas, kan malem-malem. Besok paginya air radiator dicek dan ternyata di reservoir nya berkurang banyak. Ya udah, kemudian air radiator saya tambah.

Minggu pagi, saya pergi ke Carrefour sambil nunggu siang karena baru bisa ketemu Mas Sekjen siang hari. Sepanjang perjalanan menuju Carrefour, temperatur merangkak naik lagi. Tapi ketika sudah masuk tol, temperatur mulai turun lagi seperti biasa. Tapi hati ini tak tenang jadinya. Di Carrefour saya sekalian beli juga radiator coolant, barangkali aja dibutuhin.

Nah, waktu mau ketemu Mas Sekjen di Automall, temperatur mobil naik lagi. Naik terus sampe jarumnya mentok ke kanan. Waduh, gawat! Soalnya sering denger kalo mobil dipaksain jalan overheat, piston katanya bisa bengkok. Ongkos perbaikannya bisa melambung. Untung gak lama sampe di tempat janjian dengan Mas Sekjen. Setelah urusan dengan Mas Sekjen selesai, saya cerita soal problem di mobil saya ke Mas Sekjen. Kata dia, wah bahaya tuh kalo dipaksain. Sekarang coba aja dulu di-bleeding radiatornya. Bleeding? Apa pula itu? Tapi dengan baiknya Mas Sekjen terus bilang lagi ke saya, “Nanti caranya diberi tahu. Sekarang nyari tempat aja yang enak buat itu”. Hehe, gak enak nge-bengkel di pelataran parkir Automall.

Kemudian kami berangkat beriringan ke daerah yang enak buat parkir. Kebetulan ada deket mesjid. Waktu itu, walaupun jaraknya dekat, temperatur langsung mentok kanan lagi. Begitu berhenti dan kap mesin dibuka, bener aja tuh radiator ngebul dan keliatan air di dalam reservoir radiator mendidih. Setelah mesin agak dingin, tutup radiator kemudian dibuka. Lalu Mas Sekjen nunjukin caranya bleeding radiator. Di dekat tutup radiator ada semacam baud yang bisa dibuka. Ketika baud itu dibuka, langsung keluar udara panas persis mesin uap. Rupanya ada udara yang terperangkap di radiator sehingga sirkulasi air gak jalan dan mesin panas. Sambil dikeluarkan udaranya, air radiator juga ditambah pake radiator coolant yang baru diberi tadi, sampe habis lho 5 liter radiator coolant. Sewaktu bleeding radiator ini datang Om April, member BMWCCI juga. Dia ikut ngebantuin juga. Duh senangnya banyak yang bantu ketika dapet masalah. Ketika sudah tidak ada lagi udara panas yang keluar dan air radiator udah pada level yang disarankan, tutup radiator ditutup kembali. Mobil kemudian dinyalakan dan temperatur sekarang normal lagi seperti biasa. Dibiarkan mesin nyala sekitar 15 menit, temperatur tetep di skala 1/4 (harusnya 1/2, cuma belum sempat aja ganti thermostat). Udah segar lagi nih mobil tua, gak kepanasan lagi.

Malamnya mobil tua dibawa ke Bandung. Alhamdulillah sepanjang perjalanan lancar. Terima kasih banyak untuk Mas Koko dan Om April.

PS. Gak ada foto-fotonya. Habis boro-boro mikir mau motret, yang ada malah sutressss.

Buka Puasa

Apa menu buka puasa favorit ? Mungkin ada yang bilang kolak, kurma, es buah, nasi sebakul, atau lainnya. Tapi kemarin menu pembuka berbuka puasa di rumah adalah tutut, hehehe :D. Gak tahu bahasa Indonesia nya apa, bekicot/siput kali ya ? Kalau ngebayangin bekicot rasanya gimana gitu, tapi kalau ngebayangin tutut, mmmhhh yummy …

Emang yang paling nikmat selama puasa adalah waktu berbuka, nih ada beberapa foto waktu buka puasa.

Buka Puasa bareng Amot2004 chapter Bandung, Kedai Bumbu Desa, 4 Oktober 2006.

Buka Puasa Kopo dan Sriwijaya di Sari Sunda, 9 Oktober 2006.

Makanan yang dipesan, menu khas Sunda lengkap, lalab, sambel, gurame goreng, gurame bakar, ayam goreng, ayam bakar, tahu, tempe, karedok.

Datang paling akhir, tapi seperti biasa, makan paling buanyak alias jadi tukang ngabisin.

Buka Puasa dengan menu pembuka tutut :D