Teliti Sebelum Membeli

Sebagai konsumen, berhati-hatilah dalam membeli barang apapun. Baik itu barang yang berasal dari distributor resmi apalagi barang BM, kita harus selalu teliti dalam membeli. Maksudnya tak lain dan tak bukan agar kita tidak menyesal di kemudian hari atau tersita waktu karena mengurusi sesuatu hal yang sebetulnya bisa dihindari.

Hari Jumat 14 Oktober 2006, saya memutuskan membeli kamera Canon DSLR resmi dari PT Datascrip di Bursa Kamera Profesional di Wisma Benhil. Pertimbangan saya beli kamera di sini adalah karena lokasinya yang terletak dekat dengan kantor dan nama toko ini sering disebut-sibut di situs fotografi di Indonesia, jadi tokonya lumayan dikenal lah (kayaknya sih).

Setelah selesai transaksi, kamera langsung saya simpan di tempat kost. Baru pada malam harinya ketika saya udah balik lagi ke tempat kost, saya bisa test drive kamera tersebut. Nah, ketika sedang coba-coba pake kamera tersebut, saya baru mengetahui bahwa ada salah satu pixel yang mati pada kamera itu. Keesokan harinya, Sabtu pagi, saya bawa kembali kamera tersebut ke Bursa Kamera. Menurut orang yang menerima saya, katanya Datascrip tutup hari Sabtu jadi baru bisa dibawa ke Datascrip hari Senin. Katanya mudah-mudahan bisa diganti baru.

Hari Senin sore, saya telp Bursa Kamera, katanya nanti saya akan dikabari lagi oleh orang Bursa Kamera yang membawa ke Datascrip. Tapi ditunggu-tunggu gak ada telp juga. Gak sabar, saya telp Datascrip di 021-6544515, kemudian disuruh telp ke bagian Camera Service Center di 021-4244204. Ternyata kamera saya belum diterima oleh bagian service Datascrip sehingga belum bisa ketahuan kamera saya bisa diganti baru atau tidak, katanya lagi prosesnya mungkin agak lama karena harus menunggu hasil pemeriksaan. Dan untuk memeriksa kamera itu perlu waktu 3 hari. Lama buanget. Tambah gak sabar, saya kirim pula email ke CS Datascrip, isinya kurang lebih kekecewaan saya pada Datascrip tentang produk yang diageninya.

Hari Selasa email saya mendapat tanggapan dari pihak Datascrip (Pak Budi). Walaupun email saya bernada emosi tapi ternyata tanggapan dari pihak Datascrip positif (salut sama Pak Budi yang tetap cool dan tidak terpancing emosi, hehehe). Soal dead pixel, Pak Budi mengatakan bahwa,

“Kalau bapak baca di user manual kamera bapak ada disebutkan bahwa dalam jumlah tertentu dead pixel di LCD masih dalam toleransi pabrik dan bukan merupakan kerusakan. Hal ini berlaku umum untuk produk-produk elektronik degan menggunakan LCD.”

Mmmhh… Penasaran, saya download manualnya ternyata di manual memang ada tertulis seperti itu:

Although the LCD monitor is manufactured with very high precision technology with over 99.99%, effective pixels, there migh be a few dead pixels among the remaining 0.01% or less pixels. Dead pixels displaying only black or red, etc., are not a malfunction. They do not affect the images recorded.

Di akhir emailnya, ia menambahkan akan mengganti body kamera dengan yang baru dan bebas dari dead pixel serta mengatakan bahwa sampai sekarang dia belum menerima kamera saya. What the fuck??!!! Langsung saya telp Bursa Kamera dan ternyata memang baru pada waktu saya telp katanya akan dikirim ke Datascrip, padahal janjinya hari Senin akan dikirim ke Datascrip. Alasannya hari Senin kurirnya banyak kerjaan ngirim barang kemana-mana (alasan yang sama sekali gak bisa saya terima). Dodol! Sugan teh geus dikirim, boro urang geus ambek-ambekan di email ka Datascrip. Ya udah, lalu saya bilang, buruan dikirim, awas mun poe ieu teu dikirim!!!

Selasa Sore saya dapat telp dari pihak Datascrip, kali ini Pak Peter yang telp saya, katanya kamera saya sudah diterima dan ia minta waktu untuk mengurus administrasi agar kamera tersebut bisa segera diganti dengan yang baru sesuai janji pihak Datascrip sebelumnya (email Pak Budi).

Hari Rabu saya dapat email lagi dari Pak Peter, katanya:

“Besok siang kamera penggantian ini ready di Service Center dan hal ini sudah saya informasikan juga ke pihak Bursa Kamera.”

Cihuiii, akhirnya bisa diganti juga dan lebaran bisa langsung dicoba kameranya :D

Berhubung minggu lalu saya ada di Bandung, baru hari Sabtu saya ke Jakarta dan ngambil kamera di Bursa Kamera.

So, saran saya, selalu teliti sebelum membeli. Dan kalau bisa beli barang resmi, mendingan beli barang resmi deh. Beda harga paling cuma 200 ribu rupiah. Gak besar kalau dibandingkan dengan harga barangnya sendiri. Tapi kalau ternyata ada masalah, akan lebih mudah complain nya. Seperti yang saya alami dengan Datascrip. Bravo Datascrip!

2 Responses to “Teliti Sebelum Membeli”

  1. andry Says:

    wah..wah..sungguh saran yangbagus sekali!! thx
    ^:)^

  2. wija Says:

    saya baru beli juga canon di ambasador digital kamera….pada saat pengecekan kamera oleh penjualnya, ada dead pixels…sama penjualnya langsung di kasih tahu dan dia bilang ” ini liat ada dead pixels tunggu ya mbak kita ambil yang baru lagi”.
    Untung dhe di check di sana & dapat toko yg jujur & pro ke konsumen.
    ini toko top dhe orangnya asik harga bersaing dhe.

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »