Main menu:

Site search

Categories

April 2026
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archive

Quran Explorer

Dari hasi googling, nemu situs QuranExporer. Bagus! Bisa pilih surat, didengerin dengan qori pilihan, bisa tampilin tulisan arabnya, bisa juga sambil dengar terjemahannya (Inggris).

Insya Allah bisa nambah pahala puasa.

Yang versi/kreasi bangsa Indonesia ada gak ya yang seperti ini ?

Music On The Wheels

Teman berkendara itu penting. Salah satu yang bisa dijadikan teman adalah lagu karena sebuah lagu bisa merubah mood seseorang, seperti yang pernah saya tulis di sini dan di sini. Sayang seribu sayang, di mobilku cuma ada tape aftermarket yang sudah tua yang cuma ada kaset saja. Cempreng lagi suaranya :(.

Terinspirasi oleh Jay, akhirnya saya membeli sebuah mp4 player plus cassette adapter. Dengan ini saya gak perlu lagi bikin rekaman kompilasi di kaset seperti jaman SMA dulu. Habis bosen juga dikomentari sama kakak saya, “Maneh mah teu era ku mobil, meni masih keneh make kaset. Nu Starlet oge geus bisa nyetel mp3.” Hehehe, hasilnya lumayan, kalo mau dengerin lagu-lagu baru tinggal ngopy mp3 ke sana dan gak perlu repot ngerekam di kaset :D.

Di mp4 player itu saya bikin satu direktori khusus untuk nemenin sepanjang perjalanan. Lagu-lagunya a.l.:
Bon Jovi - Wild In The Streets
Deep Purple - Highway Star
GTR - When The Heart Rules The Mind
Metallica - Fuel
Neil Young - Rockin’ In The Free World
Pearl Jam - Rearviewmirror
Queen - Don’t Stop Me Now
Rainbow - Street Of Dreams
Rush - Red Barchetta
Sophie Ellis Bextor - One Way Or Another
Steve Vai - The Crying Machine
Yngwie J. Malmsteen - Rising Force

Sekarang kalo di perjalanan bisa teriak-teriak sendiri :D. Tapi, ada tapinya nih, kalau bawa mobil sambil denger lagu-lagu itu, bawaannya pengen ngebut melulu. Apalagi kalo lagi di tol Cipularang sewaktu bolak balik Bandung-Bekasi. Simak aja nih lirik lagu Red Barchetta dari Rush … “Drive like the wind, straining the limits of machine and man …” Untung mobilnya mobil tua, jadi nyadar diri jangan digeber terus-terusan, ntar pada copot lagi rodanya, hehehe.

Kalau kamu, musik apa yang biasa didengar sepanjang perjalanan ?

================

Red Barchetta
Rush

My uncle has a country place, that no one knows about
He says it used to be a farm, before the motor law
And on sundays I elude the eyes and hop the turbine freight
To far outside the wire, where my white-haired uncle waits

Jump to the ground
As the turbo slows to cross the borderline
Run like the wind
As excitement shivers up and down my spine
Down in his barn
My uncle preserved for me, an old machine
For fifty-odd years
To keep it as new has been his dearest dream

I strip away the old debris, that hides a shining car
A brilliant red barchetta, from a better, vanished time
I fire up the willing engine, responding with a roar
Tires spitting gravel, I commit my weekly crime

Wind in my hair
Shifting and drifting
Mechanical music
Adrenalin surge

Well-weathered leather
Hot metal and oil
The scented country air
Sunlight on chrome
The blur of the landscape
Every nerve aware

Suddenly, ahead of me, across the mountainside
A gleaming alloy air-car shoots towards me, two lanes wide
I spin around with shrieking tires, to run the deadly race
Go screaming through the valley as another joins the chase

Drive like the wind
Straining the limits of machine and man
Laughing out loud
With fear and hope, I’ve got a desperate plan

At the one-lane bridge
I leave the giants stranded
At the riverside
Race back to the farm
To dream with my uncle
At the fireside

Jangan Sembarangan Simpan Barang di Dashboard

Kemarin sore, pulang dari kantor mobil langsung dimasukin ke car port. Ketika sedang diparkir tiba-tiba bunyi kreeekkkk ! Bumper mobil nyium tembok. Mobil dimundurin sedikit, baru kemudian diparkir lagi. Sewaktu dilihat, hiks hiks hiks, bumper mobilku pecah.

Mobilku kan tipe bempernya pake fiberglass, jadi ketekan sedikit aja langsung pecah :(

Mobilku bikin ‘gambar’ di tembok rumah…

Selidik punya selidik, kenapa saya bisa nyium tembok. Ternyata pandangan saya terhalang oleh topi yang saya simpan di dashboard. Bisa dilihat di foto berikut kalo pandangan saya ke ujung mobil sebelah kanan depan terhalang topi itu. Itu sebabnya saya gak tahu bahwa mobil dan mau nempel tembok dan baru sadar ketika sudah terdengar bunyi gesekan.

Kalau topi disingkirkan dari dashboard, baru pandangan bisa bebas dan melihat ujung mobil kanan depan dengan jelas.

Moral of the story:
- Jangan ngelamun kalo bawa mobil,
- Jangan menyimpan sesuatu di dashboard yang bisa menghalangi pandangan.

Pasang Senar dan Tremolo Fender

Sudah lama gitar fender saya dilepas senar dan tremolonya. Niat pasang senar gitar nya sih udah lama tapi baru kesampaian semalam. Terakhir waktu senarnya diganti karena udah karatan (maklum udah jarang gigitaran lagi) tremolonya juga sekalian dilepas. Niatnya sih sekalian dibersihkan.

Ini dia tremolo buatan floyd rose yang mau saya pasang di Fender Stratocaster saya.

Floyd Rose II tremolo lengkap dengan aksesorisnya.

Setelah dikerjakan selama kurang lebih satu jam (berikut foto-foto) ini dia tampilan gitar saya sebelum dan sesudah dipasang senar.

Sesudah dipasang senar, dia ngumpul lagi bareng teman-temannya.

Btw, saya beli gitar ini udah lama sewaktu Indonesia baru mau krisis moneter. Kalo beli sekarang mungkin mikirnya bakalan beribu-ribu kali. Waktu itu dolar masih sekitar Rp 3.000, nekad aja beli karena saya pikir dolar gak mungkin turun di bawah Rp 3.000 lagi. Ternyata bener, dolar terus meroket sampe pernah mencapai Rp 15.000. Kalau sekarang gak tahu berapa ya harganya. Ada yang mau nawar gak ? Boleh lah kalo harganya cocok sih saya lepas, lumayan buat nambahin biaya nikah, hehehe. Ini gitar asli buatan USA lho, bukan Fender buatan Taiwan seperti yang banyak dijual sekarang ini di Indonesia. O ya, tipe gitarnya Fender Stratocaster Richie Sambora Signature Series.



Next Project : Clean the guitar, it’s dirty :(

Fender Stratocaster - Richie Sambora Signature Series
The Richie Sambora Standard Strat® features a hum-single-single pickup configuration and locking tremolo. No problem rockin’ on this one! Unique features include a DiMarzio® PAF humbucker in the bridge position and Floyd Rose® II locking tremolo.

Specification:

Serial Number: N5103635
Body: Adler
Neck: Maple
Fingerboard: Maple (9.5″ Radius/241 mm)
Scale Length: 25.5″ (648 mm)
No. of Frets: 22
Width @ Nut: 1.650″ (42 mm)
Machine Heads: Standard Cast/Sealed
Pickups: 2 Special Design Single Coils (Neck & Mid), 1 DiMarzio Custom PAF Pro Humbucker (Bridge)
Pickup Switching: 5 Position Blade, Push Button On/Off 12dB Active Mid Boost Switch
Controls: Master Volume, Master Tone , Mid Boost Control (Active Mode Only)
Pickguard: 3-Ply White (W/B/W)
Bridge: Floyd Rose II Double Locking Tremolo
Unique Features: Locking Tremolo, Locking Nut, “Star” Fingerboard Inlays, Aged Plastic Parts, Fender/Schaller Strap-lock Ready Strap Buttons

Mobil Tua Minta Jajan

Long weekend kemarin yang libur 5 hari sudah ditunggu dari jauh-jauh hari. Dibikinlah rencana mau ngapain aja selama libur 5 hari itu. Tapi apa daya, manusia boleh berencana, mobil tua yang menentukan. Gara-gara mobil tua mogok akhirnya ada beberapa rencana yang gak kesampaian.

Jum’at, 18 Agustus 2006, nganter si Eneng dan tantenya melihat rumah tantenya yang sedang direnovasi di daerah Sentul. Sepulang dari sana, tiba-tiba panel di dashboard mati semua, tape mati, lampu sign mati. Waduh. Singkat kata, mobil bisa juga selamat sampai rumah. Tapi dengan kondisi accu drop dan gak bisa dipakai untuk nyalain mesin lagi. Ternyata tadi itu alternatornya bermasalah sehingga tidak bisa nge-charge accu. Supply listrik ke mobil otomatis hanya bersumber dari accu sehingga accu akhirnya drop.

Hari Sabtu, accu distroom. Waktu itu masih berharap si alternator cuma pura-pura rusak aja, hehehe. Tapi hari Minggu sewaktu dipake jemput si Eneng untuk ke resepsi family, si accu udah drop lagi. Wah, ini mah si alternator beneran mati nih. Berhubung hari Minggu gak bisa ninggalin acara resepsi, jadi tukang foto, baru hari Senin mobil tua dibawa ke bengkel service dinamo. Setelah didiagnosa oleh montirnya, ternyata katanya anchornya sudah aus (lihat gambar) serta voltage regulatornya sudah rusak juga. Mumpung lagi dibongkar, sekalian aja saya suruh ganti bearing alternatornya.

Untung mobilku mobil tua, jadi masih bisa diotak-atik sama si montir. Karena katanya kalo mobil yang lebih baru gak bisa dibetulin karena dilak mati. Ganti alternator bisa kena berjut-jut. Setelah diperbaiki sekitar 2 jam, alternator sehat lagi. Pengisian ke accu sudah normal lagi. Mobil udah bisa dipake lagi dan ba’da Ashar langsung pulang ke Bandung.

Beli, Jangan, Beli, Jangan …

Saya itu punya kebiasaan, kalau pengen beli barang itu mikirnya lamaaa sekali. Dari dulu pengen beli jersey MU, mikir udah 100 x tapi sampe sekarang belum beli juga. Kasus terakhir adalah ingin beli kamera digital SLR, mikirnya lama sampe akhirnya gak jadi beli juga. Hehehe :)

Nikon F50 Ceritanya berawal ketika ada family yang akan nikah dan saya diminta untuk jadi seksi dokumentasi alias tukang foto. Waduh, kalau soal jadi tukang foto sih no problem. Tapi masalahnya saya cuma punya kamera digital Canon IXY Digital 55 dan kamera SLR Nikon F50. Kalo pake yang Canon pasti blitz na gak akan kuat untuk foto dalam gedung, kalo pake yang Nikon … mmhh hari gini masih pake film :p. Nah, muncul deh keinginan untuk beli kamera digital SLR.

Dari hasil tanya ke temen-temen, browsing di internet dan liat isi dompet, muncullah beberapa kandidat beberapa kamera digital SLR, yaitu :
- Canon 350D,
- Canon 30D,
- Nikon D50,
- Nikon D70s.

Hasil komparasi dari dpreview:

- Canon 30D v.s. Canon 350D

- Nikon D50 v.s. Nikon D70s

Setelah ditimbang-timbang, akhirnya pilihan saya lebih berat ke Canon 350D. Walaupun sempat nanya-nanya harga ke JPCKemang, tapi karena mikirnya lamaaa, akhirnya gak jadi beli :p. Dan foto-foto akad nikah sepupuku pake Nikon F50 aja. Lumayan daripada gak ada yang foto.

Patriot

Merdeka …
61 tahun Indonesia telah merdeka …
Seharusnya kita lebih mencintai Indonesia dan menjadikan Indonesia a better place to live. Lupakan kepentingan golongan, suku, kelompok …


And the rivers shall open for the righteous
And the rivers shall open for the righteous
And the rivers shall open for the righteous, someday…

I was walking with my brother
And he wondered… oh how I am
I said what I believe with my soul
Ain’t what I see with my eyes
And there’s no turning back this time

I am a patriot
And I love my country
Because my country is all I know
I wanna be with my family
People who understand me
I got no place left to go…
I am a patriot…

I was walking with my brother
And he…

I was walking with my boyfriend
He looked so fine, I said, “Baby, what’s on your mind?”
“I wanna run like the lions, released from their cages
Released from the rages burning in my soul tonight”
I am a patriot…

And I ain’t no communist
And I ain’t no socialist
And I ain’t no capitalist
And I ain’t no imperialist
And I ain’t no democrat
Sure is fuckin’ nor republican either
I only know one party and that is freedom
I am, I am, I am…

I am a patriot
And I love my country
Because my country is all I know

And the rivers shall open for the righteous
And the rivers shall open for the righteous
And the rivers shall open for the righteous, someday…
Someday, someday, someday…

Bisnis Uang Muka

Kalau musim ajaran baru seperti sekarang ini, orang-orang akan mencari sekolah (baca: universitas) lebih dari satu. Buat cadangan kali ya. Biasanya, beberapa universitas swasta sudah mulai melakukan pendaftaran ulang sebelum pengumuman SPMB. Langsung narik uang muka pula. Nah kalo ternyata SPMB diterima, uang muka itu gak akan bisa ditarik 100 % alias akan dipotong biaya administrasi.

Sepupu saya, kira-kira sebulan yang lalu, minta tolong saya untuk nganter mendaftar ulang di salah satu universitas swasta di Bandung. Seperti biasa, sekalian bayar juga uang muka (atau uang apa lah namanya). Alhamdulillah, di SPMB yang diumumkan hari Sabtu 5 Agustus 2006 y.l. sepupu saya tersebut diterima di Planologi ITB. Sepupu saya pilih ITB. Otomatis nama dia yang sudah terdaftar di universitas swasta itu dibatalkan. Dan dari uang 16 juta yang disetorkan, hanya bisa diambil 10 juta saja. Bayangkan, kalo ada 50 orang aja yang seperti ini, universitas itu udah untung 300 juta dengan hanya sedikit effort saja. Ck ck ck, enak juga ya kalo punya bisnis universitas.

Kalau saya dulu, meskipun daftar di beberapa universitas, yang diterima cuma satu. Jadi gak ngalamin rugi-rugi uang muka ini. Paling cuma harus keluar uang untuk ongkos kesana kemari.

Sebenernya, yang lebih pusing lagi kalo gak keterima di universitas manapun kali ya ? Tapi seharusnya tidak melanjutkan ke universitas juga bukan berarti masa depan suram. Banyak jalan untuk sukses tanpa harus mengambil jalur pendidikan formal. Harusnya.

Rekaman Jamnas 2006

Yang terekam dari Jambore Nasional 2006 melalui kamera digital.

Kalau liat tenda yang bertumpuk kayak gini, jadi teringat waktu woodstock, hehehe. Kawas nu pernah ka woodstock wae …

Salah satu tujuan kehadiran kami di Jamnas 2006 adalah untuk memperkenalkan teknologi a.l. internet, wireless broadband dan handphone kepada adik-adik pramuka. Saya dan teman-teman biasa menyebutnya dengan educating young people.

Pramuka emang rajin ya. Sempet-sempetnya bikin taman di depan tenda kontingen. Tadinya sih pengen ngambil foto tenda tiap kontingen. Tapi hoream euy leumpangna naek turun, eungap, hehehe …

Demi Jambore, MOTOBUS pun disulap jadi IT Center Jambore 2006.

Semenjak SD sudah diajarkan tentang Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tapi satu. Selama Jamnas seakan diingatkan lagi tentang keanekaragaman ini. It’s an honour untuk menerima kunjungan rekan-rekan dari papua.

Wah, asyik ya jadi peserta Jamnas 2006. Kalo beruntung bisa dapet door prize 1 buah hap V3 RAZR. Sayang panitia gak boleh ikut undian. Peserta yang beruntung kali ini adalah peserta dari Lampung. Namanya ? Poho euy

Ga seru kayaknya kalo ada event tapi gak ada SPGnya. Soalnya para pengunjung pasti akan lebih senang bertanya kepada mereka ketimbang tanya ke engineer yang tampangnya standar (ugly) dan sok tahu … Hehehe, mohon maaf buat para engineer

Kalau waktu hari-hari awal saya pernah cerita tentang adanya restoran siap saji di tengah arena perkemahan, ternyata semakin hari semakin banyak pedagang yang masuk ke area perkemahan. Padahal dulunya area perkemahan mau dibuat steril, dalam arti yang yang punya ID saja yang bisa masuk. Ternyata pada pelaksanaanya tidak demikian, buktinya pada hari terakhir, lokasi jamnas sudah gak ada bedanya dengan pasar kaget. Sagala aya

Jambore sudah selesai, tenda sudah dibongkar, tapi angkutan belum datang. Ngobrol deh sambil nunggu angkutan.

Akses Internet di Jamnas 2006

Logo Jambore Nasional 2006 Jambore Nasional 2006 kali ini diselenggarakan di bumi perkemahan Kiarapayung, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Kebetulan perusahaan saya (bekerja sama dengan i.net, INTI) diberi kepercayaan untuk menjadi official IT partner Jamnas 2006. Untuk itu, digelarlah jaringan internet dengan menggunakan Canopy dan hotspot. Hasilnya, seluruh area bumi perkemahan bisa terkover oleh akses internet melalui wi-fi.

Tapi untuk menggelar ini, perlu kerja keras juga karena kontur bumi perkemahan yang berbukit-bukit. Untung tim dari INTI dan i.net masih sodaraan sama Superman, jadi semuanya bisa lancar.

Foto-fot selama instalasi dan foto bumi perkemahan Kiarapayung (dilihat dari google earth).

Ada satu hal yang unik di Jambore ini. Di tengah-tengah area perkemahan ada area bisnis juga. Di sana stand KFC, Popeye, dll. Jadi para pramuka yang lagi camping bisa makan KFC juga tuh. Padahal kan harusnya yang camping masak makanan sendiri. Itulah Jamnas di era globalisasi.

Foto exhibition/business area di waktu malam.