Blockade di Bangladesh

Sejak pertama mau berangkat ke Bangladesh memang situasi politik di Bangladesh sedang memanas. Beberapa hari sebelum berangkat, di koran diberitakan bahwa PM Begum Khaleda Zia mundur karena mandatnya sudah habis. Setelah berkonsultasi dengan kantor di Dhaka sehari sebelum berangkat, dapat informasi bahwa situasi sudah jauh lebih baik. Akhirnya diputuskan agar saya tetap berangkat. Ternyata sekarang terjadi blockade di seantero Bangladesh yang menyebabkan rencana kerja jadi berantakan.

Sudah dua hari ini, saya relatif lebih banyak idle nya di kantor daripada kerja. Rencananya kemarin mau berangkat ke Chittagong. Tiket pesawat udah di tangan. Tapi dibatalkan melihat situasi dan kondisi yang ada. Informasi dari teman yang disana, di Chittagong juga banyak jalan diblokir. Jadi bakalan susah transportasi katanya, gak ada mobil kantor yang jalan. Jadi sampe hari ini belum jelas apakah rencana ke Chittagong bakal dilanjutkan besok-besok hari. Kalau blockade berkelanjutan? Mau nekad ke sana? Gak ah.

Di hotel lihat berita di tv lokal. Kayaknya ada di satu tempat yang sempat ada bentrokan antara demonstran yang ngeblokir jalan dengan petugas keamanan. Gak ngerti bahasanya jadi gak tahu kejadian tepatnya dimana. Yang pasti di tv ditampilkan seorang laki-laki yang tergeletak di jalan. Tertembak polisi. Darah tergenang di sekitar dia. Mati. Ngeri :(

Iseng browsing di internet, inilah hasilnya :
- Election protests grip Bangladesh
- Unjukrasa Lumpuhkan Bangladesh
- Transport blockade shuts down Bangladesh cities
- Protests paralyse Bangladesh despite police ban
- One dead as riot police battle Bangladesh protesters
- dan masih banyak lagi berita lainnya.

Ralat:
Ternyata setelah baca koran keesokan paginya, demonstran yang meninggal bukan karena tertembak. Tetapi karena tertabrak mobil ketika sebuah mobil polisi menambrak kerumunan demonstran. Para demonstran menuduh polisi sengaja menabrakkan mobilnya agar situasi jadi kacau dan tentara turun tangan. Di lain pihak, polisi mengatakan bahwa mobil itu bukan sengaja menabrak tetapi menyelamatkan diri karena dilempari oleh para demonstran. Dua orang terluka, ketika dibawa ke RS, satu orang tidak dapat diselamatkan. Foto di koran lokal.

Untungnya demonstrasi dan blockade tidak terjadi di daerah sekitar kantor dan hotel tempat saya menginap. Kebetulan hotel saya letaknya dekat sekali dengan kantor sehingga hanya perlu jalan kaki saja untuk menuju kantor. Katanya karena areal sekitar kantor ini banyak embassy nya jadi relatif aman. Seperti hari Rabu pagi, situasi tetap tenang. Sama sekali tidak menampakkan bahwa di bagian lain kota terjadi blockade yang melumpuhkan kota Dhaka.

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »