Main menu:

Site search

Categories

April 2026
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archive

My Dream Cars

Ngimpi sebentar yuk … sambil nunggu waktunya pulang kantor … :D

Kalau Anda punya uang tak berseri, trus mau beli mobil. Mobil apa yang Anda mau dibeli? Kalau saya yang ditanya, saya akan jawab: “Saya akan beli 3 mobil aja, gak usah banyak-banyak.”

BMW M3 E92
Mobil ini cukup lah untuk menemani aktivitas sehari-hari. Body yang tidak terlalu besar membuat manuver jadi mudah di jalanan Jakarta yang macet. Mesin V8 3.999 cc saya kira cukup apabila terpaksa harus tancap gas ketika sedang terburu-buru.

M3

M3 Interior

M3 V8 Engine

BMW 530i E60
Kalau yang ini dipakai untuk datang ke acara-acara resmi. Karena kemungkinan besar harus bawa keluarga, jadi perlu body yang lebih besar. Karena bawa keluarga pula makanya gak perlu yang M5, toh gak akan kebut-kebutan.

530i

M5 interior

BMW X5 E70
Nah, kalo yang ini untuk dipake ke luar kota. Jadi tidak perlu khawatir kalau ketemu jalan yang tidak bagus.

X5

X5 Interior

Oiiii … bangun euy … !!! Jangan ngimpi mlulu … Kerja sana ! :D

Mobil Tua Disenggol di Parkiran

Kasian banget si mobil tua. Body nya yang sudah renta masih juga disenggol-senggol sama mobil yang supirnya kurang ajar di parkiran :(

Hari Selasa kemarin, seperti biasa datang kantor agak siang :p sehingga dapat parkir di lantai 6. Hari itu saya hanya sebentar di kantor karena kemudian saya harus berangkat ke site. Kebetulan pake mobil kantor sehingga mobil tua disimpan di parkiran. Pulang dari site sekitar jam 8 malam, saya gak langsung pulang tapi ber-email-ria dulu di kantor. Sekitar jam 9 malam saya baru pulang. Waktu itu karena sudah malam dan badan cape, saya gak lihat-lihat kondisi mobil, langsung aja masuk, nyalain mesin dan pulang.

Keesokan harinya ketika mau berangkat kerja, saya lihat di pintu driver ada guratan warna biru sekitar 30 cm panjangnya. SIALAN x( ~X(. Ini pasti kena di parkiran kemarin. Soalnya kemarin pagi sih pintu driver masih mulus dan gak ada kejadian apa-apa sewaktu berangkat / pulang kantor. Duh, kok baru ketahuan sekarang. Kalau ketahuan semalam kan minimal saya bisa maki-maki satpam yang jagain tempat parkir.

Buat yang nyenggol mobil tua, saya sumpahin supaya mobilnya ditabrak orang dan kerusakannya jauh lebih parah dariipada my old bimmer!

Mobil Tua Kegores Lagi (1)

Mobil Tua Kegores Lagi (2)

Bapak

Kembali kerja setelah weekend kadang terasa berat, apalagi kalau weekend nya adalah long weekend. Kebetulan di tempat kerja saya, apabila ada hari libur nasional yang jatuh pada hari Sabtu/Minggu maka akan diberi substitution holiday pada hari Jumat/Senin nya. Kebetulan Natal jatuh pada hari Sabtu, jadi ada tambahan substitution holiday pada hari Senin dan baru masuk kantor pada hari Selasa.

Tak terasa long weekend di Bandung sudah selesai. Tiba-tiba sudah waktunya berangkat ke Jakarta pada hari Selasa dini hari. Mata rasanya berat banget untuk dibuka. Sampai-sampai saya dibangunin oleh Bapak. Katanya, “Hey, bangun, mau kerja enggak?” Mmmhh, tumben Bapak ngebangunin saya, biasanya kan yang rajin bangunin saya kalau mau ke Jakarta itu adalah Ibu. Saya jawab, “Iya Pak, sebentar lagi.” Bapak pun kemudian turun lagi ke bawah.

Setelah mengumpulkan nyawa, saya akhirnya bangun juga. Setelah selesai mandi, bersiap, dan sholat, rasa ‘berat’ mau berangkat kerja kerja muncul lagi. Saya duduk aja bengong di ruang tengah. Duduk bareng Bapak di ruang tengah. Tumben, habis sholat subuh Bapak gak tidur lagi. Ngeliat saya yang ogah-ogahan berangkat, Bapak menawarkan diri untuk mengantar saya ke terminal, “Mau dianter ke Leuwipanjang?” Saya jawab, “Gak usah, Pak. Naek angkot aja seperti biasa. Deket ini kok. Lagian gak buru-buru.” Setelah akhirnya saya akan berangkat, saya pamit ke Bapak. Cium tangan Bapak, sambil berkata, “Berangkat, Pak.” Singkat. Bapak menjawab, “Hati-hati di jalan.” Bapak terus nganter ke depan pintu. Saya mengucap salam trus jalan kaki ke depan komplek. Naek angkot ke Leuwipanjang. Naek bus patas jurusan Kampung Rambutan. Naek patas AC jurusan Kota, turun di Semanggi, dan sampailah di kantor.

Singkat kata, malamnya ketika santai sambil nonton tv di kost-an, tiba-tiba hp berbunyi. Adikku telpon. Gak saya angkat. Sengaja, biar saya saja yang telpon balik. Ketika ditelp balik, terdengar suara adik saya yang sedikit bergetar, katanya, “A, bisa segera pulang ke Bandung?” DEG! Saya langsung teringat Bapak, soalnya seminggu setelah lebaran Bapak sempat dirawat selama seminggu di RS Soreang gara-gara penyakit jantungnya kambuh. Saya langsung bilang ke adikku, “Ada apa?” Adikku menjawab, “Bapak sakitnya kambuh.” Ah, pasti ada sesuatu yang salah, soalnya waktu kemarin Bapak masuk RS, saya malah gak diberi kabar, kata Bapak waktu itu kasihan ntar ngerepotin karena saya harus balik ke Bandung. Saya bilang lagi ke adik saya, “Ludi, sudah bilang saja, aya naon?” Akhirnya adik saya bilang, “Bapak udah ga ada, A … Jantungnya kambuh lagi.” :( :(( Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Mencoba sedikit tegar, saya bilang ke adik saya, “Ya sudah, saya sekarang juga pulang ke Bandung.” Adik saya juga minta saya untuk coba hub kakak, karena dia belum berhasil telp kakak saya.

Saya coba telp kakak saya, benar, gak diangkat telpnya. Mungkin dia sudah tidur dan telp nya di-silent. Akhirnya saya beres-beres sebentar langsung pergi ke kost-an kakak saya. Sesampai di sana ternyata benar kakak saya sudah tidur. Saya bangunin. Trus saya sampaikan kabar duka ini. Kami berdua terus segera menuju Bandung.

Sesampainya di Bandung sekitar jam 4 pagi, pintu rumah terbuka semua. Di ruang tengah, terlihat jasad Bapak yang ditutupi oleh kain. Terus terang saya gak bisa nangis saat itu, hanya sesak yang terasa karena saya mencoba tegar. Ibu langsung memeluk kami berdua sambil menangis. Saya kemudian ambil wudhu dan sholat jenazah.

Sekitar pukul 10 pagi, jenazah Bapak disemayamkan di masjid Al-Husna untuk disholatkan. Alhamdulillah, banyak tetangga yang ikut menyolatkan. Diantara yang datang, saya lihat guru agama saya waktu SD, dan ada juga my high school best friends: Bambam dan Yulian (baca tulisan Jay disini: thanks Jay, atas tulisan dan fotonya). Kemudian dengan diantar pasukan dari Lanud Husein, jasad Bapak dibawa ke TMP Sirna Raga. Setelah didahului dengan upacara militer, jenazah Bapak akhirnya dikebumikan. Sebenarnya Bapak berhak untuk dimakamkan di TMP Cikutra, tapi waktu itu Ibu memilih untuk dimakamkan di Sirnaraga saja, supaya dekat dengan makam 2 adik saya yang sudah almarhumah.

—————–

Yah, itulah cerita sekilas tentang kejadian tanggal 28 Desember 2004. Tiga tahun lalu ketika Bapak meninggalkan kami untuk selamanya. Jadi pengen denger lagunya Peterpan …

Dimana akan kucari?
Aku menangis seorang diri
Hatiku selalu ingin bertemu
Untukmu aku bernyanyi

Untuk Ayah tercinta aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku
Ayah dengarkanlah, aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi

Lihatlah hari berganti
Namun tiada seindah dulu
Datanglah aku ingin bertemu
Denganmu aku bernyanyi

Untuk Ayah tercinta aku ingin bernyanyi
Walau air mata di pipiku
Ayah dengarkanlah aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi

Ayah dengarkanlah aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi
Hanya dalam mimpi …

—————–

Kalau ingat tentang Bapak, saya selalu ingat semua pengorbanannya demi keluarga. Bapak memang tipe orang ‘pejuang’. Menurut yang saya dengar dari kerabat dan kenalan, Bapak itu selalu bersedia menolong siapa saja yang kesulitan. Walaupun kadang kebaikan ini disalahgunakan oleh orang lain.

Setelah anak-anaknya selesai kuliah semua (adik saya yang bungsu wisuda bulan Agustus 2004), Bapak meninggalkan kami. Terasa terlalu cepat. Karena saya merasa belum dapat membahagiakan Bapak. Karena kami juga ingin Bapak juga menikmati hasil jerih payahnya menyekolahkan kami. Tapi kehendak Allah mungkin memang lain.

Kadang saya membayangkan, betapa senangnya Bapak bisa menimang cucu saat ini. Teringat waktu dulu Bapak sering tanya, “Ayo kapan kamu mau nikah, siapa yang mau Bapak lamar buat kamu.” sambil bercanda. Duh seandainya …

Ya Allah, hanya doa yang bisa kupersembahkan untuk Bapak tercinta. Semoga dia mendapat tempat layak terbaik di sisi-Mu. Semoga semua kekhilafan Bapak juga diampuni oleh-Mu. Amin.

(Foto-foto kenangan yang saya ambil dari blog nya Jay)

bapakku_0

bapakku_1

bapakku_2

bapakku_3

bapakku_4

Malu-Maluin Aja

Pernah lihat BMW diderek di tol karena kehabisan bensin gak? Kalau Anda kebetulan berada di dekat pintu exit Jatibenting tol Cikampek hari Jumat tanggal 7 Desember 2007 sekitar jam 18.30, pasti liat sebuah mobil E30 yang diderek karena kehabisan bensin.

Sialan, malu-maluin aja :p

Ceritanya begini, terakhir isi bensin akhir November. Diisi full tank dan odometer diset 0. Waktu hari Jumat pagi itu sudah niat mau isi bensin karena emang udah cukup lama dan odometer juga sudah menunjukkan 450-an km (isi tank sekitar 65 liter). Hanya waktu mau isi bensin, antrian di pom bensin lumayan panjang sedangkan saya harus segera ke kantor. Akhirnya waktu pergi kantor gak isi bensin dan saya berfikir ntar aja pulang kantor isi bensinnya.

Namun ketika pulang kantor, saya baru pulang jam 5 pas waktunya 3in1. Alhasil saya gak bisa lewat Gatsu melainkan harus langsung masuk tol dalam kota. Dalam hati, “Wah gak bisa isi bensin nih.” Tapi saya rada tenang karena lihat jarum penunjuk bensin masih di atas empty. Namun ternyata kira-kira 1 km menjelang exit Jatibening, mobil kehilangan tenaga. Walah, abis bensin nih. Langsung nyalain sen ke kiri dan mobil dipinggirkan ke bahu jalan. Nyalain hazard trus nunggu mobil derek deh :p

Sampe di rumah, mertua mertua tanya, “Energi negatif apa nih, kok bisa-bisanya habis bensin?” Saya tersenyum dan berkata, “Energi negatif gara-gara ngelanggar lalu lintas kali. Mobil gak ada STNK karena sedang diperpanjang, masih tetep dipake juga.”

Moral of the story: Kalo pake mobil tua, jangan percaya jarum penunjuk bensinnya … :(

England is Out from Euro 2008

No further comments. The title says it all.

Sepanjang sejarahnya, Inggris memang belum pernah meraih sukses di ajang Piala Eropa. Bahkan ketika Inggris menjadi tuan rumah Piala Eropa 1996, Inggris pun hanya mampu mencapai babak semifinal ketika dikalahkan Jerman 5-6 (1-1) melalui adu penalti.

Berikut adalah ‘prestasi’ Inggris di ajang Piala Eropa (source: Wikipedia)

Year Round
Flag of France 1960 Did not enter
Flag of Spain 1964 Preliminary Round
Flag of Italy 1968 Third Place
Flag of Belgium 1972 Quarter Finals
Flag of Yugoslavia 1976 Did not Qualify
Flag of Italy 1980 Round 1
Flag of France 1984 Did not Qualify
Flag of West Germany 1988 Round 1
Flag of Sweden 1992 Round 1
Flag of England 1996 Semi Finals
Flag of BelgiumFlag of the Netherlands 2000 Round 1
Flag of Portugal 2004 Quarter Finals
Flag of AustriaFlag of Switzerland 2008 Did not Qualify

Astro, Mati Lagi … Mati Lagi …

Untuk kedua kalinya decoder Astro di rumah mati. Yang pertama waktu itu decoder tiba-tiba saja mati, dan yang sekarang mati karena decoder nya saya matikan karena saya harus beresein kabel2 di kamar saya. Tadi sore, setelah saya beres-beres kabel, saya hubungan decoder ke ‘colokan listrik’, eh … ternyata gak pernah mau hidup.

Coba telp ke customer service Astro. Pertama diterima oleh Ata (telp jam 16an WIB), katanya coba powernya dilepas trus dicolokin lagi. Not helping. Tetep aja mati. Trus dia bilang biarkan dulu selama 1/2-1 jam baru dinyalakan. Ternyata setelah dimatikan selama satu jam trus dinyalakan lagi… tetep MATI.

Telp lagi jam 17.30an. Yang terima Yadi (atau Yudi, lupa). Rekomendasinya sama dengan Ata. Rupanya banyak terjadi masalah seperti ini pada decoder Astro. Customer servicenya pasti tanya, “Apakah sempat terjadi mati lampu / pemutusan listrik tiba-tiba?” Nah sekarang si Yadi rekomendasinya sedikit beda, biarkan si decoder nyala selama 1/2 - 1 jam. Saya nyalakan selama satu jam… tetep MATI OGE!

Jam 19an telp lagi, yang nerima sekarang Bobby. Rekomendasi dia sama seperti dua orang temen dia sebelumnya. Saya bilang sudah dicoba dan tetep MATI. Saya pikir mungkin decoder nya yang rusak. Karena decoder yang terpasang sekarang ini adalah decoder bekas yang dipasang sebagai pengganti decoder yang rusak sebelumnya. Katanya sih sementara … tapi kayaknya sementaun. Saya bilang ke Bobby, “Saya minta ganti decoder, kayaknya decoder sampean sudah koit.”

Bobby janjikan dalam 3-5 hari kerja paling lama, teknisi akan menghubungi. Saya mendapat firasat, bahwa kalau memang harus ganti decoder, saya bakalan harus sering nelpon sebelum si teknisi Astro bakal datang ke rumah. Seperti waktu kerusakan sebelumnya. Saya harus telp (dengan sedikit pake urat), kirim email (yang gak pernah dibalas) dan kirim sms (yang juga gak pernah dibalas, cuma buang pulsa) sebelum si teknisi benar-benar datang. Kalau kejadian tempo hari terulang … kayaknya usul Abi untuk masukin ke koran adalah ide yang cemerlang.

Sial, jadi teu bisa nonton liga inggris … huh ! x(

———————————————–
UPDATE - sekitar jam 22an
———————————————–
Ternyata sekitar jam 22an, decoder nya nyala sendiri lagi. Hal ini setelah decoder dibiarkan terhubung dengan power sejak pukul 17 tadi sore. Ternyata yang menurut orang Astro harus dibiarkan dulu selama 1/2-1 jam tidak selamanya benar. Untuk kasus saya ternyata decoder harus menunggu lebih dari 5 jam agar bisa hidup. Berhubung tadi jam 19 saya sudah minta untuk dimatikan siarannya, saya telp lagi Astro untuk dihidupkan lagi siarannya. Diterima oleh Najib, dibantu dia akhirnya siaran Astro dapat diterima seperti sebelumnya.

Welcome To The World, My Little One

Azka faceAlhamdulillah, pada tanggal 28 Oktober 2007 jam 00.32 di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, my little one telah lahir ke dunia. Lahir dengan proses yang normal, my little one yang kami beri nama AZKA, lahir dengan berat 2100 gr dan panjang 44 cm. Agak kecil memang karena dia lahir lebih cepat 3 minggu dari perkiraan dokter (perkiraan lahir 18 November), tapi menurut dokter tidak apa karena umurnya memang sudah cukup. Memang tidak apa karena Alhamdulillah, Azka lahir dengan tidak kurang suatu apa pun. Bayi mungilku sehat :D

Istri saya mulai ngerasa mules sejak hari Jumat. Dan hari Sabtu pagi nya kami periksa ke dokter. Ternyata kata dokter, bayi nya sudah mau keluar. Rahimnya sudah tipis katanya. Dokter langsung memberikan surat rujukan ke ruang bersalin. Sempat sedikit surprise karena perkiraan dokter sebelumnya perkiraan lahir adalah tanggal 18 November. Tapi karena perkiraan masih agak lama, kami pulang dulu, beres-beres baju. Belum persiapan euy.

Jalan-jalan sebelum melahirkanSetelah pakaian disiapkan, istriku jalan-jalan dulu di depan rumah. Harapan nya sih agar proses melahirkan nanti dapat berjalan lancar. Kembali lagi ke rumah sakit sekitar jam 4 sore. Masuk ke ruang bersalin dan langsung diperiksa. Kondisi bayi normal dan masih bukaan 1.

Jam 8 malam diperiksa lagi dan sudah masuk bukaan 2. Menurut istriku sih mulesnya udah semakin sakit. Jam 22.30, dokter datang dan diperiksa lagi, sudah masuk bukaan 4. Wah sudah semakin dekat nih. Jam 23.15an diperiksa lagi oleh suster, sudah bukaan 6 menuju 7. Persiapan proses kelahiran mulai dilakukan. Sekitar jam 12 malam, proses kelahiran dimulai. Saya beruntung dapat mendampingi berada di samping istri saya. Ternyata perjuangan seorang Ibu sewaktu melahirkan anaknya memang berat sekali. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya tepat jam 00.32 waktu RS (kalau jam tangan saya sih jam 00.28), my little one is born into this world. Tangisannya keras :D

Azka baru lahir

Setelah dibersihkan, bayi ditimbang dan diukur. Berat bayi 2100 gr, panjangnya 44 cm. Diperiksa tidak ada kurang suatu apa pun. Walaupun kecil, kata dokter bayinya sudah ‘mateng’. Sekitar jam 2 pagi, istri saya dipindahkan ke ruang perawatan. Tapi bayi saya disinar dahulu, karena katanya kalau bayi kurang dari 2.5 kg harus dipanaskan sekitar 6 jam.

Hari Minggu nya, family mulai berdatangan mengucapkan selamat. Termasuk dua orang sepupu Azka yang sudah lahir beberapa bulan sebelumnya. Rame. Yang berkunjung banyak juga, dari jam 10 pagi bergantian yang datang sampai jam 8 malam. Kalau Ibu dari Bandung sih datang sekitar jam 2 siang.

Azka dikunjungi teman-teman

Hari Senin pagi, istri ku sudah boleh pulang. Tapi Azka masih menunggu hasil pemeriksaan darah untuk tahu bisa pulang atau tidak. Ketika jam 10 hasil pemeriksaan lab diperoleh, kadar bilirubin di darah Azka hanya 9 µmol/L (maks 12 µmol/L), jadi Azka boleh pulang juga bareng ibunya. Horeeeeeeeeeeeeee :D :D

Azka lagi tidur

Law of Attraction

Law of Attraction bookSaya diberi buku yang berjudul Law Of Attraction karangan Michael J. Losier terbitan Ufuk oleh mertua saya. Buku ini menjelaskan tentang getaran hebat yang disadari atau tidak sedang bekerja pada diri kita. Ia seperti magnet yang akan menarik semua yang kita dambakan dan menolak semua yang tidak kita inginkan. Itulah prinsip kerja Law Of Attraction (LoA = Hukum Ketertarikan). Hukum inilah yang sedikit banyak menjelaskan hal kecil yang pernah saya alami yaitu mengapa saya mengalami hal yang tidak diinginkan secara berurutan ketika saya berlebaran di kampung orang. Hal itu karena, menurut LoA, saya terus menerus memancarkan getaran negatif karena tidak bisa berlebaran di rumah sendiri. Getaran negatif ini direspons oleh hukum ini dengan memberikan getaran negatif yang lebih banyak yang hasilnya adalah serentetan hal yang tidak kita inginkan.

Definisi Hukum Ketertarikan adalah segala sesuatu yang saya pikirkan dengan segenap perhatian, energi, dan konsentrasi pikiran, baik hal yang positif maupun negatif, akan datang ke dalam kehidupan saya. (Law of Attraction, Michael J. Losier, Ufuk Publishing House, hal. 14)

Hukum Ketertarikan ini akan merespon getaran apaun yang Anda pancarkan dengan mendatangkan getaran yang lebih banyak, tak perduli ppapakah getaran itu positif atau negatif. Hukum itu semata-mata hanya merespon getaran Anda. (Law of Attraction, Michael J. Losier, Ufuk Publishing House, hal. 19)

Untuk menerapkan hukum ini, di dalam buku dibahas metoda latihan yang dapat dilakukan yaitu melalui Formula Tiga Tahap.

1. Kenali Hasrat Keinginan Anda (Clarity through Contrast)

Kontras, kaitannya dengan LoA adalah segala sesuatu yang tidak kita sukai, sesuatu yang membuat kita merasa tidak nyaman yang pada akhirnya akan menimbulkan getaran negatif. Dengan mengetahui kontras, kita dapat mengetahui apa yang sebenarnya kita inginkan.
Contoh: Gaji yang saya dapat dari pekerjaan saya kecil. Kalimat tersebut adalah kontras, dari kontras ini kita bisa menentukan apa yang sebenarnya kita inginkan? Saya ingin mendapatkan kenaikan gaji yang tinggi.

Perlu diingat bahwa kita harus menghindari penggunaan kata-kata TIDAK, JANGAN, dan DILARANG dalam mengungkapkan apa yang kita inginkan.

2. Berikan Perhatian pada Hasrat itu

Buatlah Desire Statement. Tahap ini bermaksud untuk memberikan ketegasan terhadap apa yang kita inginkan pada tahap 1. Getaran positif akan meningkat apabila kita mencurahkan perhatian dan energi kita terhadap apa yang kita inginkan.

Contoh: Saya akan mendapat kenaikan gaji yang besar.

Tapi hati-hati dalam memilih kata-kata. Kalau kita tidak yakin dengan desire statement kita, bukannya energi positif yang akan kita pancarkan melainkan energi negatif. Oleh karena itu kaliamtnya harus diubah sbb.:

Contoh: Saya sedang dalam proses mendapatkan kenaikan gaji yang besar.

3. Biarkan Dia Menjelma Nyata

Buatlah Allowing Statement. Hilangkan semua keraguan yang membuat kita memancarkan getaran negatif. Caranya: catat semua hal yang membuat kita ragu, tanyakan pada diri kita apakah ada orang lain yang bisa meraih hal yang kita ragukan itu (misalnya) dan buatlah allowing statement dalam sebuah pernyataan umum dengan menggunakan orang ketiga.

Contoh: Ribuan orang mendapatkan kenaikan gaji yang besar.

Ingin tahu lebih detail? Beli aja bukunya :p Murah kok, hanya Rp 30.000,- Harga untuk sekali makan di restoran cepat saji. O ya, worksheet untuk latihan dapat didownload free di www.LawofAttractionBook.com.

Jurnal Lebaran 1428 H

Lebaran kali ini, untuk yang kedua kalinya saya tidak merayakan bareng orang tua saya. Kalau yang pertama karena urusan pekerjaan, yang kedua karena sekarang saya sudah punya keluarga baru. Hari pertama Lebaran saya rayakan di Bekasi dan baru hari kedua saya berlebaran di Bandung.

Sabtu, 13 Oktober 2007

Dini hari Sabtu, hujan sempat melanda Bekasi dan sekitarnya. Tapi itu bukan masalah karena shalat Ied di dekat rumah kami dilakukan di dalam mesjid tepatnya di Mesjid Al-Azhar di kompleks Jaka Permai. Sesudah shalat Ied, kami saling memberi maaf dengan sesama anggota keluarga dan tetangga sekitar. Kemudian kami menyantap hidangan lebaran. Menunya sedikit beda dengan menu lebaran di Bandung. Kalau di Bandung menunya ketupat, opor, sambel goreng daging, acar; tapi kalau di Bekasi menunya ketupat, opor, rendang, babat lada pisan, sayur labu. Keduanya sama-sama enak kok :p

Berhubung kedua mertuaku adalah yang dituakan di keluarganya, menjelang siang paman dan bibi mulai berdatangan disertai keluarga. Suasana jadi meriah. Apalagi ditambah kehadiran anak-anak kecil dan bayi-bayi.

Keponakan

Minggu, 14 Oktober 2007

Minggu pagi sekitar jam 10, saya dan istri berangkat ke Bandung. Ternyata jam segitu di jalan tol Cikampek sudah macet. Mulai km 19 s.d. km 30 terjadi antrian. Seperti biasa kalau jalanan macet dan gak ada polisi, maka bahu jalan pun akan penuh oleh mobil. Mobil bagus-bagus padahal mah, tapi yang punyanya gak tahu aturan semua. Setelah lewat km 30, lalu lintas relatif lancar. Terjadi antrean kalo ada penyempitan jalan saja setelah gerbang tol. Perjalanan ke Bandung ditempuh dalam 3 jam.

Mobil with Stupid Driver

Sesampai di Bandung, langsung sungkeman sama Ibu, kakak dan adik2ku. Tidak lupa makan ketupat buatan Ibu. Setelah istirahat sebentar, saya dan istri bersilaturahmi ke rumah Uwa di Sriwijaya. Disana ketemu lagi dengan para keponakan. Rame.

Iran vs Abghi

Senin, 15 Oktober 2007

Pagi-pagi saya berziarah ke makam Bapak. Baru kali ini saya berziarah H+3, biasanya sih pas hari lebaran. Ternyata H+3 juga masih banyak orang yang berziarah. Cuma memang tidak seramai kalau pas hari lebaran.

 Ziarah makam

Siangnya giliran keluarga besar Sriwijaya melakukan kunjungan balasan ke Kopo. Hehehe, kayak anggota DPR aja ada kunjungan balasan segala.

Nazmi - Tia - Bahiiza

Selasa, 16 Oktober 2007

Masih dalam suasana lebaran, kami makan siang di luar. Menunya seafood. Setelah makan mampir ke toko oleh-oleh di Jl. Cihampelas untuk beli gorengan.

Parit 9

Sorenya, maen PS2. Ada mainan baru sih. Gitar untuk Guitar Hero II. Dasar! I guess boys will always be boys.

Boys with Guitar

Rabu, 17 Oktober 2007

Rabu pagi saya dan istri kembali lagi ke Bekasi. Perjalanan relatif lancar. Kayaknya arus balik belum mulai. Bandung-Bekasi bisa ditempuh dalam 1.5 jam.

Lebaran di Kampung Orang

Dua minggu sebelum lebaran dapat kerjaan ke luar kota, ada kerjaan instalasi di dua tempat. Satu di Airmadidi, satunya lagi di Kotamobagu. Berhubung ini pekerjaan pertama saya, tentu saya terima tugas ini dengan semangat 45 :p. Tapi dalam hati tetap berharap mudah-mudahan kerjaan di 2 lokasi tersebut bisa selesai sebelum lebaran, kalau gak selesai kan berarti saya harus berlebaran di kampung orang.

Tapi tampaknya kekhawatiran saya akan menjadi kenyataan. Pekerjaan di Airmadidi selesai melebihi jadwal dan ketika kami mulai pekerjaan di Kotamobagu, tinggal beberapa hari saja sebelum lebaran tiba. Dan benar saja, sampai sehari sebelum lebaran, pekerjaan belum selesai. Diperkirakan baru selesai H+2.

Beruntung juga saya berlebaran di Kotamobagu dan bukannya di Airmadidi. Berbeda dengan Airmadidi yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani, mayoritas penduduk Kotamobagu adalah muslim. Hal ini karena dulunya di Kotamobagu ini berdiri kerajaan Islam Bolaang Mongondow. Sedikit berbeda dengan lebaran di Bandung, shalat Ied di sini dipusatkan di alun-alun kota, kesannya jadi lebih meriah. Meskipun di kota ini ada beberapa mesjid, tapi semua orang sholat Ied di alun-alun. Bahkan ada pula yang datang dari luar kota dengan menggunakan truk. Yang jadi masalah hanya satu, gak ada restoran yang buka :(

Sehabis Dhuhur, back to work, ngejar target pulang H+2. Sambil kerja kadang diselingi sebentar buat telp ke rumah, mau kasih kabar ke orang di rumah. Tapi susahnya minta ampun. Baru pencet 0 dan 2 saja sudah bunyi … tut tut tut … Sibuk bener line telpnya. Waktu itu, belum ada satu pun operator selular yang masang BTSnya di kota ini. Jadi telpon di wartel adalah satu-satunya cara untuk nelpon ke Bandung. Akhirnya setelah dicoba berkali-kali, berhasil juga telp ke Bandung, tapi itu pun sudah jam 9 malam.

Singkat kata, pekerjaan selesai H+2. H+2 sore, kami kembali ke Manado. Pulang ke Jakarta baru keesokan harinya. Sampai di Jakarta sudah menjelang sore. Sebelum pulang ke Bandung saya mampir dulu di rumah Paman. Maklum, waktu itu kan saya numpang di rumah Paman. Jadi gak enak kalo gak mampir sama sekali. Tapi yang rencananya hanya sebentar di rumah Paman tidak kesampaian. Karena Paman saya waktu itu gak ada di rumah, katanya lagi ke toserba untuk beli susu. Saya pikir, tunggu aja ah, paling cuma sebentar. Ternyata baru 3 jam kemudian Paman saya balik. Setelah bertemu dengan Paman saya, saya langsung menuju Kampung Rambutan untuk naik bus ke Bandung. Waktu itu sudah hampir jam 9 malam.

Tapi emang dasar kalo sedang diburu-buru, ada aja sesuatu yang jadi penghalang. Sewaktu sedang di tol Jagorawi, tiba-tiba bus yang saya tumpangi menepi. Mogok :( Waktu itu handphone belum sepopuler sekarang. Untuk cari bantuan, kenek bus numpang bus lain untuk kembali ke Kp Rambutan. Setelah menunggu lebih dari satu jam, bus pengganti datang. Perjalanan ke Bandung bisa diteruskan.

Ketika mau masuk daerah Cipanas, macet lagi di pasarnya. Duh emang bener-bener deh. Padahal kan sudah lebih dari jam 12 malem, kok masih ada macet segala. Setelah terbebas dari macet di Cipanas, akhirnya saya sampai juga di Bandung. Perjalanan Jkt-Bdg yang biasanya ditempuh hanya 3 jam, saya tempuh lebih dari 6 jam. But it’s ok. I’m home now. There’s no place like home.

Selamat Lebaran, kawan … itu cerita Lebaran di tahun 1998 … ketika saya baru pertama kali kerja. Walaupun kerja pas hari raya, saya tidak dapat sedikitpun kompensasi dalam bentuk apapun dari perusahaan saya. Duh teganya perusahaan saya dulu. Duh bodohnya diriku. I’m so naive. Kalau sekarang disuruh kerja pas hari Lebaran, ogah! Kecuali dapat kompensasi berupa E90, hehehehe ;).