Main menu:

Site search

Categories

April 2026
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archive

Not bad for an amateur

Atas saran dari rekan-rekan (a.l. Husni, Cecep, Hero, Sadli) akhirnya saya beli kamera digital juga. Mau beli kameli yang SLR digital tapi budget-nya gak cukup. Akhirnya beli kamera Canon Ixy Digital 55 (Ixus 50) saja.

Test drive pertama adalah motret Menara Petronas di KL. Kebetulan dari tanggal 8-12 Agustus 2005 saya ada training di Malaysia.

Gak terlalu jelek kan hasilnya :)

Petronas Tower

Komentator Acara Olahraga di Televisi

Mungkin Anda adalah salah satu dari sekian banyak orang yang mempunyai kebiasaan sama seperti saya yaitu ketika menonton suatu acara siaran langsung olahraga (sepakbola, balap, dll) maka channel tv akan dipindahkan ke stasiun lain ketika para komentator (yang katanya pakar) untuk acara tersebut mulai berkoar. Saya punya kebiasaan itu. Karena hampir semua yang pakar itu tidak lebih banyak tahu daripada saya, walaupun saya harus akui ada juga diantara mereka yang memang tahu apa yang dia bicarakan.

Contohnya adalah komentator waktu siaran langsung MotoGP di TV7 hari Minggu kemarin tanggal 31 Juli 2005. Pada acara tersebut TV7 mengundang Aries Susanto dan Benny Djati sebagai komentator.

Pada balapan kelas MotoGP, tepatnya pada lap ke-5, pembalap dari Team Suzuki MotoGP yaitu John Hopkins mengalami kecelakaan yang cukup parah yang mengakibatkan marshall mengibarkan bendera merah tanda balapan dihentikan. Tapi lucunya, komentator kita yaitu Aries Susanto malah bilang bahwa dia tidak melihat ada awan hitam ataupun titik-titik hujan yang mengakibatkan para pembalap mengangkat tangan tanda minta balapan untuk dihentikan. Duh! Padahal pembalap mengangkat tangan kan karena mereka melihat bendera merah yang dikibarkan para marshall dan bukan karena akan hujan! Trus katanya lagi dia heran kenapa Rossi duluan yang mengangkat tangan dan bukannya Hayden sebagai pembalap terdepan yang mengangkat tangan tanda minta race untuk dihentikan. Duh (lagi)!! Dia gak lihat tayangan ulang kali ya, di tayangan ulang itu jelas-jelas diperlihatkan bahwa ketika para pembalap melihat bendera merah, maka berturut-turut Hayden, Rossi, dan Barros sebagai pembalap terdepan mengangkat tangan. Trus baru kemudian dia ngomong, “Oh, mungkin karena kecelakaan John Hopkins tadi maka balapan dihentikan.” Waduhhhh, telmi euy … !!!!

Komentator satunya, Benny Djati, ternyata sama. Ketika balapan diulang dan dia melihat nama John Hopkins pada posisi start ulang no. 12, dia langsung bilang “Ternyata John Hopkins masih akan start, mungkin tadi ada kecelakaan lain sebelum John Hopkins terjatuh yang mengakibatkan bendera merah dikibarkan. Jadi, John Hopkins terjatuh setelah bendera merah dikibarkan yang mengakibatkan dia masih bisa mengikuti balapan.” Wah ini benar-benar parah, apa dia sebagai komentator tidak tahu bahwa posisi start ulang itu diambil berdasarkan posisi lap terakhir sebelum balapan dihentikan karena adanya kecelakaan?

Kepada TV7, saya ucapkan terima kasih atas siaran-siarang langsung olahraga yang sangat menghibur. Tapi tolong dong lebih selektif lagi dalam memilih komentator supaya kita yang nonton ini menjadi lebih terhibur lagi karena selain melihat tayangan langsungnya kita juga mendapat tambahan informasi yang akurat dari para komentatornya. Bisa dicontoh tuh komentator sepakbola Darojatun yang selalu dilengkapi dengan data-data yang akurat pada saat mengomentari suatu pertandingan atau komentator tayangan F1 di GlobalTV (Arief kumis dari Bola) yang menurut saya bagus.

The Spirit Of Song

Pernah merasa bangun pagi trus males ngelakuin apa-apa? Inginnya tidur lagi, ngarengkol deui? Well, the almost exact thing happened to me this morning.

Kerjaan di kantor lagi banyak, maklum lagi nyiapin dokumen untuk tender salah satu operator selular yang baru, jadi saya harus berangkat pagi ke kantor. Tapi berhubung tadi malam kerja sampai agak larut, bangun pagi juga rada-rada berat. Tapi dipaksain aja. Mandi, sarapan seadanya, ngudud, trus berangkat ke kantor. Jalan kaki aja soalnya tempat kost kan dekat dengan kantor, cuma 10 menit dan sekalian olahraga. Sampe di kantor, nyalain laptop, buka excel. Busyet … ini angka kok banyak banget ya … :( Buka winamp, play a random song, ternyata lagu yang diputar adalah The Spirit Of Radio dari Rush. Nyoba nyimak liriknya. Enak juga euy, hari yang tadinya mendung kok jadi cerah ya … :)

So, if you want to set your morning mood … just try to play your favorite song. Hopefully you will get the spirit and ready to face the day, even the craziest day. Just like what I experienced this morning … Enjoy the song.

================================

The Spririt Of The Radio
Rush

Begin the day with a friendly voice
A companion unobtrusive
Plays the song that’s so elusive
And the magic music makes your morning mood

Off on your way, hit the open road
There is magic at your fingers
For the spirit ever lingers
Undemanding contact in your happy solitude

Invisible airwaves crackle with life
Bright antenna bristle with the energy
Emotional feedback on timeless wavelength
Bearing a gift beyond price, almost free

All this machinery making modern music
Can still be open-hearted
Not so coldly charted, it’s really just a question
Of your honesty, yeah, your honesty

One likes to believe in the freedom of music
But glittering prizes and endless compromises
Shatter the illusion of integrity

For the words of the profits
Were written on the studio wall
Concert hall
And echoes with the sounds of salesmen

Bis Mogok

Gara-gara bis mogok di Tol Cipularang, harusnya sudah sampai kantor jam 6.30 tapi hari ini baru sampai jam 8-an. Itu belum termasuk keuheul-nya. :(

Mungkin cocok dengan satu ungkapan dalam bahasa Sunda, “Pipilih hayang nu leuwih, kocepak meunak nu pecak… “. Gara-gara terlalu pilih-pilih naik bis akhirnya malah dapat bis yang mogok. Dan parahnya mogoknya di Tol Cipularang (sekitar Cikalong) jam 4 subuh! Setelah terlunta-lunta selama lebih dari satu jam akhirnya dapat juga bis yang mau berhenti yaitu bis Doa Ibu jurusan Tasik - Jakarta. Dan seperti telah disebutkan di atas, kalau memasuki Jakarta setelah jam 6 maka bersiap-siaplah terjebak dengan kemacetan Senin pagi di Jakarta yang parah.

A Night At The Office

It’s over 7.30 pm and I’m still in the office. Still facing the same laptop and typing the same keyboard as the days before.

Gak tahu apakah karena rajin jam segini masih di kantor (disaat teman-teman yang lain sudah di rumah atau dalam perjalanan menuju rumah) atau memang sengaja di kantor karena lebih nyaman di kantor daripada di tempat kost. Mungkin kedua-duanya benar. Bisa dibilang rajin karena memang tadi siang gak sempat ngerjain tugas yang sudah ditunggu karena tadi siang harus pergi ke site. Jadi jam segini masih harus kerja walaupun teman-teman yang lain sudah pulang semua. Benar juga kalau di kantor lebih nyaman dibanding di tempat kost. Because in the office you’ll get air conditioned room, desk phone, and internet yang gak ada di tempat kost saya.

Supaya gak terlalu sepi, iseng-iseng muter lagunya Queen lewat MP3. Jadi inget albumnya Queen - A Night At The Opera deh. Album ini adalah salah satu karya monumental dari Queen yang akan tetap dikenang sepanjang jaman. Lagu-lagu di dalamnya antara lain: Bohemian Rhapsody, Love Of My Life, You’re My Best Friend, etc.

Jadi, kalo Queen punya album spektakuler A Night At The Opera, mudah-mudahan A Night At The Office-ku juga bukan cuma sekedar dalam rangka menyelesaikan tugas kantor saja. This one only time will tell.

Aristone (a.k.a Arista)

Bandung kayaknya sekarang sudah layak untuk disebut sebagai kota musik, bukan hanya sebagai kota kembang saja. Selain karena Bandung telah terbukti sebagai tempat lahirnya musisi-musisi handal Indonesia, juga karena Bandung juga ternyata punya industri alat musik atau tepatnya gitar dan bas.

Hari Sabtu dan Minggu seperti biasa saya pulang kampung ke Bandung. Dan hari Sabtu kemarin, saya, Ludi dan Rendi main ke Aristone yang terletak di Alamatnya Jl. Ciateul Tengah 15, Bandung, yaitu rumahnya Abang. Bagi musisi atau penggemar alat musik petik, nama Aristone dan Abang mungkin sudah tidak asing lagi. Dia terkenal sebagai pembuat alat musik petik (gitar dan bas) yang handal. Tidak kalah dengan gitar/bas buatan luar negeri. Kalo gak percaya bisa dicoba sendiri. Kalau mau tanya lebih lanjut, bisa hubungi telpon di nomor 022-5227073.

Saya pertama kali tahu Abang karena dikenalkan oleh teman saya pada waktu saya masih SMA dulu. Waktu itu saya mau buat gitar mirip Ibanez (karena gak mampu buat beli Ibanez beneran :(). Dulu sih rumah di Jl. Ciateul ini masih seperti rumah biasa tapi sekarang garasinya telah dibuat sebagai show room juga. Kalau pabriknya sendiri bukan terletak di Jl. Ciateul melainkan di Banjaran (Bandung coret saeutik … ).

Harga gitar yang ditawarkan cukup bersaing. Dengan uang sekitar Rp 500 ribu Anda sudah dapat memiliki gitar akustik dengan kualitas yang sama dengan gitar akustik yang kalau kita beli di toko-toko musik bisa mencapai harga Rp 1 juta. Untuk bas akustik harga yang ditawarkan mulai Rp 600 ribu. Di sana dijual juga gitar elektrik. Tetapi yang paling menarik dari tempat ini menurut saya adalah kita bisa pesan gitar dengan model dan bentuk seperti yang kita mau. Bawa aja gambar gitar-gitar yang ada di majalah, dijamin si Abang ini bisa buatin gitar yang sama persis.

Aristone
(PS. Kayaknya saya harus beli kamera digital nih, hasil foto dari hp jelek amat … :()

PS lagi … Saya disini hanya menyampaikan laporan pandangan mata saja. Kalau ada yang perlu informasi tambahan (mis: harga, model, dll, dsb) bisa telp langsung ke no telp yang saya kasih di atas. Sekali lagi karena saya gak jualan, saya cuma sharing info saja. Keep on rockin’ …

It’s not old, just older!

Hari ini …

Bertambah umurku, berkurang jatah usiaku…
There are lot of things have been done or happened during those years, and there are more things that need to be done. Do your best and do it right!

But I’m not old, just older !

====================================

Just Older
Bon Jovi

Hey, man, it’s been a while
Do you remember me?
When I hit this streets I was 17
A little wild, a little green
I’ve been up and down and in between
After all these years, miles of memories
I’m still chasing dreams
But I ain’t looking over my shoulder

I like the bed I’m sleeping in
It’s just like me, it’s broken in
It’s not old — just older
Like a favorite pair of torn blue jeans
This skin I’m in it’s alright with me
It’s not old — just older

It’s good to see your face
You ain’t no worse for wear
Breathing that California air
When we took on the world
When we were young and brave
We got secrets that we’ll take to the grave
And we’re standing here shoulder to shoulder

I like the bed I’m sleeping in
It’s just like me, it’s broken in
It’s not old — just older
Like a favorite pair of torn blue jeans
This skin I’m in it’s alright with me
It’s not old — just older

I’m not old enough to sing the blues
But I wore the holes in the soles of these shoes
You can roll the dice ’til they call your bluff
But you can’t win until you’re not afraid to lose

Well, I look in the mirror
I don’t hate what I see
There’s a few more lines staring back at me
Now the nights have grown a little colder
Hey man, I gotta run
Now you take care
If you see coach T, tell him I’ve cut my hair
I’ve kept my faith
I still believe I’m just

I like the bed I’m sleeping in
It’s just like me, it’s broken in
It’s not old — just older
Like a favorite pair of torn blue jeans
This skin I’m in it’s alright with me
It’s not old — just older

Ibanez JEM 7V

It would be very nice if I could get my hands to this extraordinary thing! It would even more great if I could have some money to purchase this thing, which is unfortunately I don’t :(

JEM7V

Specification:
3pc JEM neck prestige
Alder body
W/6105 frets
Edge Pro bridge
DiMarzio® Evolution® (H) neck pick up
DiMarzio® Evolution® (S) mid pick up
DiMarzio® Evolution® (H) bridge pick up

Color:
White

Neck Dimension:
neck dimension
Scale 648mm/25.5″
a : Width at Nut 43mm
b : Width at Last Fret 56mm
c: Thickness at 1st 19mm
d : Thickness at 12th 21mm
Radius 430mmR

Pickup Switching
pu

Edge Pro
Edge Pro
The Edge Pro is the lowest profile Ibanez tremolo ever. Provides longer string life, greater sustain and superior return to pitch.

Source: www.ibanez.com

Ironi BBM

Saya prihatin membaca dan melihat berita bahwa banyak daerah di Indonesia yang saat ini mengalami krisis BBM. Sebagai orang awam saya berpikir bahwa bagaimana mungkin Indonesia yang nota bene adalah negara dengan cadangan minyak yang berlimpah bisa mengalami kelangkaan BBM? Something must be very very wrong! Padahal kalo kita bandingkan 10 tahun y.l., hal seperti ini tidak pernah terjadi dan tidak pernah terpikir akan terjadi.

Menurut informasi yang saya dapat, kelangkaan BBM ini secara tidak langsung mungkin akibat cara kita mengelola sumber daya minyak yang kita punya.

Dulu, pengelolaan minyak berdasarkan kepada apa yang disebut production sharing. Kita akan mendapat sekian persen jatah minyak mentah dari oil company yang kita beri izin eksplorasi.

Sekarang, sistem yang dipakai bukan lagi production sharing melainkan sewa. Jadi sekarang kita tidak lagi mendapatkan sekian persen minyak hasil eksplorasi. Itulah sebabnya kenapa Pemerintah jadi gelagepan ketika harga minyak mentah naik karena itu berarti subsidi yang harus dikeluarkan oleh Pemerintah juga otomatis akan ikut naik. Hal ini karena kita tidak menikmati / merasakan keuntungan dari kenaikan harga minyak mentah tersebut.

Yang saya ungkapkan di atas mungkin salah karena saya memang awam untuk hal-hal seperti ini. Tapi kalau sampai Indonesia yang merupakan negara penghasil minyak sampai mengalami kekurangan BBM, itu sih bukan mungkin lagi tapi PASTI ADA YANG SALAH!!!

Males

Hari ini males banget, jadi inget lagunya Slank - Teng Teng Blues…

=======================================

Teng Teng Blues
Slank

Bangun tidur teng teng
Habis mandi teng teng
Minum kopi teng teng
Baca koran teng teng

Tatap mentari di pagi ini teng teng
Mengapa hidup harus bangun pagi teng teng

Cari duit lagi
Banting tulang lagi
Sikut-sikut lagi
Omong kosong lagi

Saat keringat di sekujur tubuh teng teng
Mengapa hidup penuh rutinitas teng teng

Lihat bulan teng teng
Tatap bintang teng teng
Lampu kapal teng teng
Angin malam teng teng

Saat ombak menuju ke arahku teng teng
Setiap hari dan sepanjang malam teng teng

Coba hidup nggak perlu uang
Coba hidup nggak perlu titel
Coba hidup nggak ada channel
Coba hidup nggak ada perang

Ga pat
Coba hidup nggak ada nyamuk
Coba hidup nggak ada sampah
Coba hidup nggak ada anjing gila

(Gua balik duluan ya …)