Greatest Woman In My Life

by Ludi Sans

Tak ada seorang pun yang mampu menghentikan waktu. Bertambahnya keriput, uban dan fisik yang melemah sudah merupakan ketentuan-Nya. Suka atau tidak. Begitu pula dirimu. Tapi bagiku kau tetap sama seperti dulu. Selalu setia menjaga, menemani, menyemangati, mendoakan setiap saat tanpa pamrih.

Tersadar akan tindakan diri sendiri yang kadang ceroboh dan bertindak semaunya. Ketika sebuah kesempatan masih diberikan, yang kuharap hanya….
Maaf jika tidak bisa selalu menjagamu
Maaf jika selalu pulang malam
Maaf jika tidak bisa disisimu saat sakit
Maaf jika selalu membangkang perkataanmu
Maaf untuk semua kata yang menyakitkanmu
Maaf untuk semua kecewamu terhadapku
Maaf untuk semua harapan yang belum terealisasi
Maaf jika tidak bisa memberikan yang terbaik

Terima kasih telah membesarkanku sejak kandungan
Terima kasih untuk makanan yang selalu ada
Terima kasih untuk kesempatan menimba ilmu setinggi-tingginya
Terima kasih telah menjagaku selama aku sakit
Terima kasih untuk telinga yang selalu setia mendengar keluh kesahku
Terima kasih untuk kata semangat disaat ku terpuruk
Terima kasih untuk kepercayaan yang diberikan
Terima kasih untuk peluk dan cium yang selalu memberikan damai
Terima kasih untuk doa tulus yang selalu mengalir tanpa henti
Terima kasih untuk semua yang sudah dilakukan

Semua ini saya tidak akan pernah mampu membalasnya, sekeras apapun usaha itu. Dan jujur saja, saya selalu membutuhkannya, seumur hidupku. You’re still and always the greatest woman in my life.

Selamat ulang tahun Bu, semoga diberikan kesehatan, rejeki yang barokah, umur yang bermanfaat, serta amal yang dapat memberikan keselamatan dunia akhirat. Semoga bahagia akan selalu nyata senyata dirimu.

Amiin Ya Allah…

Hj. R. Liestidianah
1 Maret 1946 - 1 Maret 2010

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »