<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.2.1" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Harga BBM Naik</title>
	<link>http://www.riyandi.org/2008/05/05/harga-bbm-naik/</link>
	<description>The world and the mind of Lu-Q</description>
	<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 11:37:58 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.2.1</generator>

	<item>
		<title>By: Alimun Bidatisudur (Ali)</title>
		<link>http://www.riyandi.org/2008/05/05/harga-bbm-naik/#comment-23972</link>
		<author>Alimun Bidatisudur (Ali)</author>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 03:21:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.riyandi.org/2008/05/05/harga-bbm-naik/#comment-23972</guid>
		<description>Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik.  Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.

Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial  tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat

Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???

Mengapa???

Lha......, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.  

Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.

Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan

Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah....
Maunya segalanya dituruti.....
BBM Murah....
Pendidikan murah bahkan gratis....
Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll).....
Bebas penyakit....
Bebas gizi buruk .....
Jalan tidak berlubang......
 

Trus, pikirlah dg jernih.... Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???.  Maka negara perlu uang (pendapatan)

Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif 

Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang.....

Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju

Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???....

Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????
Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???

Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain.  Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro....

Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan).  Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.

Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.

Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.

Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga    pendapatannya naik....

Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta...

Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi....

Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan..... 

Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu....

Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya....

Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah.  Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini

Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis....


Cukup itu dulu dari saya ya......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah saatnya, kita berpikir secara integral dan holistik.  Perbedaan pendapat akan menunjukkan kualitasnya jika kita mampu berpikir secara menyeluruh dan menyatu.</p>
<p>Perbedaan pendapat yang dilandasi cara berpikir yang setengah2 dan parsial  tidak akan banyak memberikan manfaat dan sulit melahirkan solusi yang tepat</p>
<p>Kalo kita membandingkan dengan Venezuela dengan harga BBM murahnya, maka yang terjadi adalah perkembangan pembangunan kita juga akan seperti Venezuela, Mau???</p>
<p>Mengapa???</p>
<p>Lha&#8230;&#8230;, belanja negara banyak terkuras hanya untuk kebutuhan pemenuhan subsidi BBM.  </p>
<p>Bagaimana untuk memajukan pendidikan yang tertinggal dg Malaysia yang harga BBMnya di atas 10.000 (padahal Malaysia net exporter, Indonesia sudah menjadi net importer). Malaysia mampu meningkatan kualias pendidikannya karena mampu membiayai pendidikan dg jauh lebih baik dan membuat para guru mampu meningkatkan profesionalismenya karena punya biaya yang cukup untuk itu.</p>
<p>Lihatlah indikator kemajuan dari negara2 yang sukses menjadi negara maju, pengelolaan belanja negara yang produktif akan mampu menjadi leverage (pengungkit) bagi peningkatan pembangunan negara secara signifikan</p>
<p>Jadi sebagai mahasiswa atau rakyat jangat beripikir serakah&#8230;.<br />
Maunya segalanya dituruti&#8230;..<br />
BBM Murah&#8230;.<br />
Pendidikan murah bahkan gratis&#8230;.<br />
Rakyat tidak mampu mendapatkan jaminan standar (kesehatan, dll)&#8230;..<br />
Bebas penyakit&#8230;.<br />
Bebas gizi buruk &#8230;..<br />
Jalan tidak berlubang&#8230;&#8230;</p>
<p>Trus, pikirlah dg jernih&#8230;. Darimana negara mampu membiayai seluruh keinginan itu???.  Maka negara perlu uang (pendapatan)</p>
<p>Sehingga APBN harus mencerminkan rencana strategi pemerintah untuk mengalokasikan pendapatan dan belanja yang produktif </p>
<p>Kalo Anda tidak mengerti makna belanja produktif, jangan banyak berkomentar tentang kenaikan BBM yang akhirnya menyesatkan cara berpikir banyak orang&#8230;..</p>
<p>Belanja disebut produktif jika belanja mampu menghasilkan dan meningkatkan manfaat yang berlipat2 dan terukur jelas, sebagaimana yang sudah dicapai oleh negara2 yang terbukti sudah maju</p>
<p>Anda ingin negara kita maju, tapi perilaku APBN kita anda paksa seperti perilaku APBN negara terbelakang, gimana bisa???&#8230;.</p>
<p>Tidak setuju kenaikan BBM karena memicu inflasi tinggi (akhirnya meyusahkan rakyat) ????<br />
Itulah konsekuensi dari sebuah pilihan. Tetapi apakah permasalahan itu kemudian menyebabkan kita salah memilih kebijakan yang akhirnya bahkan akan menyengsaran rakyat selama berabad2. mengapa???</p>
<p>Lah iya, wong pendidikan ya akan begini2 saja, jaminan pada oang tidak mampu ya sekedarnya, penyakit menjangkit dimana2, kematian ibu melahirkan sangat tinggi, akses kesehatan bagi orang miskin susah didapat, gizi buruk terjadi dimana2, dan lain-lain.  Kita ngap bisa berbuat banyak karena nggak punya banyak uang bro&#8230;.</p>
<p>Inflasi tinggi itu (kalo tidak terjadi secara beruntun dan dalam waktu yang singkat) maka tidak akan banyak menimbulkan persoalan (tidak terlalu merisaukan).  Permasalahan (kerisauan) hanya terjadi di awal saja, asalkan pemerintah juga mampu me-manage inflasi itu dg baik.</p>
<p>Setelah inflasi tinggi, asalkan tidak ada faktor pemicu inflasi yang lainnya termasuk unsur ketidakpastan ekonomi (bisa disebabkan ketidakpastian keamanan, seperti demo yang anarkis), maka inflasi akan teredam dg sendirinya apalagi kalo dikombinasikan dg kebijakan pemerintah untuk meredam inflasi.</p>
<p>Mekanisme pasar juga akan bergerak dg sendirinya mengikuti besaran inflasi.</p>
<p>Pedagang di pasar juga akan menaikkan harga jualnya, sehingga    pendapatannya naik&#8230;.</p>
<p>Gaji pegawai negari sudah sejak dulu di awal pemerintahan ini dinaikkan hingga 100%, misal untuk freshworker dari 750 rb menjadi 1,5 juta&#8230;</p>
<p>Memang masih ada permasalahan dg penduduk berpendapatan tetap, tapi itulah masalah yang masih harus kita hadapi&#8230;.</p>
<p>Tetapi perlu dicatat juga bahwa Perusahaan juga akan menaikkan harga jual produknya sehingga ada konsekuensi nantinya upah buruh juga harus dinaikkan&#8230;.. </p>
<p>Hal ini membuktikan bahwa pendapatan tetap pun akhirnya akan dapat disesuaikan dan melakukan penyesuaian, tetapi memang lebih butuh waktu&#8230;.</p>
<p>Intinya adalah untuk setiap kejadian inflasi maka mekanisme pasar akan bergerak dan mampu mengkondisikan perekonomian kembali pada posisi kesetimbangan pada akhirnya&#8230;.</p>
<p>Yang dirasakan sekarang adalah kesusahan akibat inflasi yang tinggi itu, maka bersabarlah.  Rasa sakit Itu adalah konsekuensi dari pilihan terbaik ini untuk menghindarkan kita dari kesengsaraan yang bisa saja berlangsung dan berlanjut selama berabad2 yang akan datang, yang akan kita sesali sebagaimana kita menyesali misalnya mengapa kita tertinggal dari Malaysia sampai saat ini</p>
<p>Jadi jangan sampai Anda semakin menyusahkan rakyat yang sudah susah dengan demo yang anarkis&#8230;.</p>
<p>Cukup itu dulu dari saya ya&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bundaAzka</title>
		<link>http://www.riyandi.org/2008/05/05/harga-bbm-naik/#comment-23801</link>
		<author>bundaAzka</author>
		<pubDate>Mon, 12 May 2008 04:01:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.riyandi.org/2008/05/05/harga-bbm-naik/#comment-23801</guid>
		<description>emang biem ayah masih bisa pake bbm subsidi yah?Alhamdulillah donk,bunda pikir nda bisa.Berarti azka masih bisa beli pampers hehehe :d</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>emang biem ayah masih bisa pake bbm subsidi yah?Alhamdulillah donk,bunda pikir nda bisa.Berarti azka masih bisa beli pampers hehehe :d</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lu-Q</title>
		<link>http://www.riyandi.org/2008/05/05/harga-bbm-naik/#comment-23697</link>
		<author>Lu-Q</author>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 01:08:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.riyandi.org/2008/05/05/harga-bbm-naik/#comment-23697</guid>
		<description>Betul Kang, M40 mah mobil biem tapi masih bisa pake bensin bersubsidi :p</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Betul Kang, M40 mah mobil biem tapi masih bisa pake bensin bersubsidi :p</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Abihaha</title>
		<link>http://www.riyandi.org/2008/05/05/harga-bbm-naik/#comment-23692</link>
		<author>Abihaha</author>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 19:05:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.riyandi.org/2008/05/05/harga-bbm-naik/#comment-23692</guid>
		<description>Pan endonesah teh pengekspor 1 juta barrel tapi pengimpor 1,5 juta barrel perhari... makening jenis yang diekspor harganya lebih murah daripada yang diimpor.
Anu pasti mah, m40 bisa keneh make premium pan? mbl si dewek mah ngeletrek beak ku premium teh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pan endonesah teh pengekspor 1 juta barrel tapi pengimpor 1,5 juta barrel perhari&#8230; makening jenis yang diekspor harganya lebih murah daripada yang diimpor.<br />
Anu pasti mah, m40 bisa keneh make premium pan? mbl si dewek mah ngeletrek beak ku premium teh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
